JawaPos Radar

Karyawan Bengkel Tewas Bersimbah Darah. Ini Sebabnya

17/05/2017, 10:22 WIB | Editor: Soejatmiko
Karyawan Bengkel Tewas Bersimbah Darah. Ini Sebabnya
TRAGIS: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal (memegang tangan pelaku) memimpin olah TKP pembunuhan pada Lasiadi yang terbujur kaku di bawah truk (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS RADAR BROMO)
Share this image

JawaPos.com - Warga Jalan Krakatau, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Selasa pagi (16/5) geger. Itu, setelah sesosok pria ditemukan tewas di bengkel milik Mustajab, 56, warga setempat. Pria tersebut adalah Lasiadi, 36, sopir truk ekspedisi yang merupakan karyawan pemilik bengkel. Lasiadi ditemukan tewas bersimbah darah dengan dua luka sobek di punggung, salah satunya tembus hingga mengenai jantung.

Kemudian satu luka leher bagian belakang (di bawah otak kecil) satu luka bacok di bagian dada sebelah kanan, serta luka bacok di tangan kanan. Korban pertama kali ditemukan oleh Mustajab dan Junaidi, kernetnya.

Menurut, Junaidi, 33, yang merupakan warga kelurahan setempat, sekitar pukul 07.00, ia menjemput korban di rumah indekosnya yang ada di belakang SD Negeri Ketapang 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Ketika sampai di bengkel, ia melihat ada pikap warna putih tengah terparkir tak jauh dari pintu bengkel.

Setelah mengantarkan korban, ia menuju rumah Mustajab, juragannya, guna mengambil bekal. Aktivitas seperti itu, sudah rutin dilakukan setiap hari. “Karena mau berangkat kerja, saya ke rumah juragan untuk ambil bekal. Sebelumnya saya sudah tahu jika ada mobil pikap. Tapi, saya tidak kepikiran sampai terjadi hal seperti ini,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (16/5).

Setelah mengambil bekal, Junaidi beranjak ke bengkel untuk menemui Lasiadi. Sebelum tiba di bengkel, ia melihat seorang pria keluar dari bengkel dengan menenteng celurit. Pria tersebut kemudian masuk ke pikap putih, yang tidak diketahui nopolnya. Pelaku membawa mobilnya ke arah utara. Firasat Junaidi langsung tak enak. Karena tidak berani sendirian, Junaidi balik arah ke rumah majikannya. “Saya bilang, bede oreng keluar deri bengkel ngebe arek (ada orang keluar dari bengkel dengan membawa celurit, Red),” katanya.

Akhirnya, sang juragan bersama Junaidi bersamasama ke bengkel. Setibanya di bengkel, keduanya terkejut melihat Lasiadi tergeletak tak berdaya. Posisinya tertelungkup menghadap selatan, di bawah roda truk bagian belakang. Kondisi tubuhnya mengenaskan. Melihat hal itu, baik Junaidi maupun Mustajab tak berani mendekati korban.

Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kade mangan. Warga yang mengetahui adanya pembunuhan itu, langsung menyemut di lokasi. Bahkan, Jalan Krakatau tak bisa dilalui kendaraan karena warga berdatangan untuk melihat peristiwa tersebut. Beberapa saat kemudian, Satreskrim Polres Probolinggo Kota datang ke lokasi. Pintu gerbang bengkel ditutup agar petugas mudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal memimpin langsung penyelidikan kasus tersebut di TKP.

Setelah dilakukan penyelidikan, korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh. Bengkel milik Mustajab juga sementara ditutup dan dipasang police line. Setelah itu, Kapolresta meminta anak buahnya segera menuntaskan penyelidikan dan memburu pelaku. Sekitar satu jam kemudian, ada informasi jika pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek.

Pelaku pembunuhan tersebut adalah M, yang juga tetangga korban. Sumber internal kepolisian mengatakan, M tega menghabisi nyawa korban karena dendam. Tersiar kabar jika Lasiadi menjalin asmara dengan istri M. Setelah menyerahkan diri, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres. Hal itu diperkuat dengan pernyataan AKBP Alfian Nurrizal. “Ada dugaan, korban terlibat asmara terlarang dengan istri pe laku. Korban dibunuh dengan cara dibacok di beberapa bagian tubuhnya. Di antaranya pung gung, dada, leher bagian bela kang, dan tangan. Dari hasil penyelidikan sementara pelaku berinisial M,” terangnya. (rpd/rf/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up