JawaPos Radar

Ketua DPD Golkar Sijunjung Terpilih Secara Aklamasi

17/04/2018, 17:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Ketua DPD Golkar Sijunjung Terpilih Secara Aklamasi
Suasana saat pelaksanaan Musda Golkar Kabupaten Sijunjung yang tertutup di depan pintu masuk ruangan Binuang Kotel Kryad Bumiminang, Kota Padang, Selasa (17/4). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten Sijunjung dijabat oleh Suhardi Chan. Ia terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang digelar
di Ruangan Binuang, Lantai 2, Hotel Kyriad Bumiminang, Kota Padang, Selasa (17/4).

Musda yang dihadiri delapan pengurus Kecamatan di Kabupaten Sijunjung itu berlangsung tertutup. Dari pantauan di lokasi, terlihat hadir Ketua Departemen Pertahanan dan Keamanan DPP Golkar Zulhendri Hasan; Ketua DPD I Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim dan pengurus lainnya.

Musda tersebut mendapat penjagaan ketat oleh puluhan personel Polisi. Selain pihak Kepolisian, pengamanan juga dilakukan kader Anggota Muda Partai Golkar (AMPG).

Ketua DPD Golkar Sijunjung Terpilih Secara Aklamasi
Ketua Golkar Kabupaten Sijunjung hasil Musda yang dipilih secara aklamasi Suhardi Chan, saat ditemui usai pelaksanaan Musda kedua oleh DPD Golkar Sumbar di salah satu ruangan Hotel Kryad Bumiminang, K (Riki Chandra/JawaPos.com)

Usai terpilih, Suhardi Chan mengatakan, aklamasi itu disepakati oleh enam hak suara pengurus Partai Golkar di tingkat Kecamatan yang hadir dalam Musda. Sedangkan pengurus Kecamatan seluruhnya mencapai 8 suara. Namun, dua diantaranya tidak hadir.

"Saya akan mengemban amanah ini dan menargetkan 7 kursi pada Pemilu 2019 mendatang," terang Suhardi yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Dapil 6 DPD Golkar Sumbar itu.

Ditanya soal penolakan keras yang dilakukan Arrival Boy yang kini juga menjadi Wakil Bupati Sijunjung, Suhardi mengaku tidak akan meninggalkannya. Dengan kata lain, sebagai kader Golkar yang bahkan telah tiga kali periode terpilih menjadi Ketua Golkar Sijunjung Arrival Boy harus dirangkul.

"Kita akan ajak ketua lama bersama-sama membesarkan Golkar di Sijunjung," kata Ketua hasil Musda kedua Golkar Sijunjung itu.

Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim mengaku optimis dengan telah terpilihnya pemimpin baru partai Golkar Sijunjung. Dia juga mengklaim, pelaksanaan Musda ini murni perintah dari DPP Golkar.

"Musda ini amanah dan perintah DPP. Saya yakin, di tangan ketua baru, Golkar Sijunjung akan semakin berjaya," terang Irwan yang kini menjabat Ketua DPRD Sumbar itu.

Ia menjelaskan awalnya, Golkar Kabupaten Sijunjung telah menggelar Musda pada tanggal 6 September 2017 dan terpilihlah Arrival Boy sebagai Ketua Golkar Sijunjung untuk ketiga kalinya.

Namun, karena ada laporan dari beberapa pengurus di Sijunjung, tim verivikasi DPP lantas turun ke lapangan. "Hasilnya, keluar surat DPP pada DPD Golkar Sumbar dan memerintahkan untuk menggelar Musda. Ini tidak ada campur tangan DPD Golkar Sumbar. Tapi murni datang dari DPP," terangnya.

Lalu, terang Hendra, DPD Golkar Sumbar menindaklanjuti surat tersebut dengan menggelar Musda DPD Golkar Kabupaten Sijunjung, Minggu (15/4). Hal itu sesuai tenggat surat DPP yang menyuruh gelaran Musda pada tanggal tersebut.

Namun, tindakan Arrival yang juga Wakil Bupati Sijunjung saat gelaran Musda di DPD Golkar Sumbar, sangat disayangkan Ketua Golkar Sumbar. "Sampai gaduh, kaca pecah, itu kan tidak baik. Berbeda pendapat boleh, tapi jangan main anarkis seperti itu," katanya.

Sebelumnya, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Sijunjung yang berlangsung di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Golkar Sumbar di kawasan Jalan Rasuna Said, Kota Padang, yang berlangsung,Minggu (15/4) sempat ricuh.

Hal ini dipicu karena Ketua DPD Golkar Kabupaten Sijunjung Arrival Boy menolak Musda tersebut dilangsungkan di DPD I Golkar Sumbar. Meskipun perintah pelaksanaan Musda tersebut atas perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Buntut dari kekisruhan tersebut, sejumlah kaca di Sekretariat DPD Golkar Sumbar dipecahkan oknum partai Golkar yang belum diketahui
Sejumlah pot bunga juga tampak berserakan. Diduga, pot tersebut dipecahkan massa dari Arrival Boy yang menolak dilaksakannya Musda tersebut.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up