alexametrics

Tiga Bulan, Hampir 2 Ribu Hektare Lahan Terbakar di Riau

17 Maret 2019, 15:53:02 WIB

JawaPos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus meluas. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dalam kurun waktu 3 bulan sudah 1.938.99 hektare lahan yang terbakar.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, jumlah tersebut terhitung sejak tanggal 1 Januari hingga Sabtu (16/3). Di mana baru-baru ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) baru saja terjadi di Kota Pekanbaru; Kabupaten Pelalawan; Kabupaten Inhil; Kabupaten Siak; Kabupaten Rohil; Kota Dumai; dan Kabupaten Bengkalis.

“Untuk di Kota Pekanbaru, kebakaran lahan seluas 0.5 hektare terjadi di Jalan Yos Sudarso Km 17. Kabupaten Pelalawan terjadi di Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, seluas 3 hektare,” kata dia, Minggu (17/3).

Tiga Bulan, Hampir 2 Ribu Hektare Lahan Terbakar di Riau
Tim Satgas Darat Penanggulangan Karhutla sedang melakukan pemadaman di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau. (Istimewa)

Kemudian, di Kabupaten Inhil ada 5 hektare lahan yang terbakar. Letaknya di Dusun Perepat, Desa Teluk Nibung. Di Kota Dumai, ada 0.25 hektare lahan yang terbakar di Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur dan 6 hektare di Kelurahan Guntung.

Selanjutnya, di Kabupaten Rohil ada 2 lokasi yang terjadi karhutla. Yaitu di Kecamatan Batu Hampar seluas 5 hektare, dan Kecamatan Tanah Putih seluas 1.5 hektare. Lalu di Kabupaten Siak, Karhutla terjadi di Desa Lalang seluas 10 hektare dan Kecamatan Dayung seluas 0.5 hektare.

“Sedangkan Karhutla terbanyak ada di Kabupaten Bengkalis,”bebernya.

Di Bengkalis, karhutla terjadi di Desa Dungun Baru seluas 4 hektare; Desa Muara 2 seluas 2 hektare; Desa Jangkang seluas 7 hektare; Desa Balai Makam seluas 1 hektare; Desa Beringin seluas 25 hektare; Desa Melibur seluas 1 hektare; Desa Penebal seluas 3 hektare; dan Desa Ketam Putih seluas 5 hektare.

Sementara itu, daerah paling luas terjadi Karhutla ada di Kabupaten Bengkalis yaitu 1.040.83 hektare, Kabupaten Rohil seluas 281 hektare, Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 216.4 hektare dan Kota Dumai seluas 144.75 hektare.

Lalu di Kabupaten Siak seluas 83.75 hektare, Kabupaten Inhil seluas 53 hektare, Kabupaten Pelalawan seluas 46 hektare, Kabupaten Inhu seluas 31.5 hekarte, Kota Pekanbaru seluas 22.26 hektare dan Kabupaten Kampar seluas 19.5 hektare.

Hingga kini, satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau menyatakan, penanggulangan titik-titik api sedang difokuskan ke Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Bengkalis.

“Fokus pemadaman hari ini di Rangsang dan Siak Kecil. Dua helikopter pengebom air kita terbangkan ke sana hari ini,” jelas Edwar.

Edwar menyebutkan, kedua helikopter yang dikerahkan mengatasi kebakaran dari udara itu terdiri dari, satu unit MI-8 dan Bell 412. Helikopter MI-8 bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana diterbangkan ke Pulau Rangsang.

Sementara Bell 412 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diarahkan ke Siak Kecil, Bengkalis. “Sejak pagi tadi sudah beroperasi ke sana memperkuat tim Satgas darat,” ujarnya.

Untuk kegiatan penyemaian garam di awan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada Minggu hari ini belum dilakukan. Edwar mengataan, pihaknya masih menunggu informasi dari BMKG kapan potensi awan di wilayah Riau bisa dilakukan TMC.

“Hari ini TMC belum ada, kita masih menunggu info dari BMKG terkait awan potensial. Tapi kita sudah standby,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya

Tiga Bulan, Hampir 2 Ribu Hektare Lahan Terbakar di Riau