alexametrics

Pastikan Bukan Kampanye, Mahfud MD Minta Apel Kebangsaan Diperbanyak

Telan Anggaran hingga Rp 18 Miliar
17 Maret 2019, 16:05:48 WIB

JawaPos.com – Pakar Hukum dan Tata Negara Mahfud MD menyebut acara Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’ di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3), tak mengandung unsur pemilu. Ia sudah memastikan dan bahkan menyarankan agar acara serupa bisa digelar di daerah lain juga.

“Upaya meningkatkan kebangsaan kita ini harus dilakukan seperti yang dilakukan hari ini di Jateng, di seluruh indonesia. Tadi Anda melihat, yang dikampanyekan tadi bukan Pemilu 2019, tapi mengampanyekan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap utuh,” ujarnya saat dijumpai selepas acara.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, melalui segala hal yang disampaikan di acara ini, rasa kebangsaan masyarakat bisa makin meningkat. Tak mudah terpecah belah meski didera panasnya suhu politik karena pemilu.

Mahfud MD
Mahfud sendiri, sebelumnya melalui orasinya menyampaikan sejumlah hal. Tapi intinya tentang bagaimana menjaga ikatan kebangsaan tetap kokoh. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

“Pemilu, Anda boleh memilih siapa saja. Tapi untuk menjaga Indonesia ini harus selamanya. Itulah kampanye tadi, kampanye politik tingkat tinggi, bukan kampanye nyinyir-nyinyiran,” tegasnya.

Mahfud melalui orasinya menyampaikan sejumlah hal. Intinya, tentang cara menjaga ikatan kebangsaan tetap kokoh agar bisa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mengapa kita harus jaga? Karena di dalam ikatan kebangsaan yang kokoh yang kemudian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, kita manusia Indonesia menjadi mulia di tengah-tengah masyarakat dunia. Kita bisa menentukan nasib kita sendiri, memilih pemimpin kita sendiri,” ujarnya lantang.

Lalu, ia menyampaikan pentingnya menjaga persaudaraan meski ada pemilu itu tadi. Karena, tujuan dari adanya pemilihan umum, sebagaimana Mahfud sebutkan adalah demi menjaga keutuhan serta keberlangsungan NKRI ke depannya.

“Ada yg mengatakan begini, untuk apa Indonesia dipertahankan, toh di Indonesia ini banyak kemisikinan. Saudara harus ingat, seandainya tidak ada Indonesia merdeka ini, seluruh rakyat akan miskin seperti pada saat belum merdeka. Tetapi pada saat Indonesia merdeka, sekarang kemisikinan tinggal 8-9 persen. Itu menjadi tugas kita bersama. Coba kalau tidak ada Indonesia merdeka, tidak ada NKRI, kita akan tetap menjadi manusia yang diperbudak oleh bangsa lain. Oleh sebab itu jangan rusak kesatuan ini,” terangnya panjang.

Adapun menurutnya, pendapat lain yang membuat orang mempertahankan keutuhan NKRI yakni rasa putus asa karena maraknya korupsi. Namun, Mahfud minta sebaliknya, dengan menerapkan ‘merah-putih’ untuk memukul mundur korupsi beserta ketidakadilan lain.

“Merah adalah lambang keberanian, berani untuk melawan ketidakadilan, kezaliman siapa pun pemimpinnya, apa pun partainya. Kita juga harus putih, menjaga diri agar kita bersih dari perilaku korup. Oleh sebab itu melawan korupsi, ketidakadilan, demi tegaknya NKRI harus kita lakukan terhadap siapa pun. Tidak ada kawan, tidak ada lawan,” paparnya.

“Semua ketidakadilan, korupsi, dan pemelihara-pemelihara kemiskinan di negeri ini adalah musuh anda. Apa pun partai Anda. Oleh sebab itu mari kita bersatu menjaga NKRI agar maju dan maju terus untuk selamanya,” tutupnya.

Untuk diketahui, pemerintah provinsi Jawa Tengah berencana menggelar acara Apel Kebangsaan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia. Komponen yang dilibatkan, meliputi santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama, hingga olahragawan dan kelompok difabel.

Bakal ada empat panggung untuk acara ini dengan panggung utama di Lapangan Simpang Lima. Lalu panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani. Sejumlah tokoh juga akan naik ke panggung untuk mengisi orasi. Mereka adalah sosok dengan komitmen dan perhatiannya pada pembangunan semangat nasionalisme dan kebangsaan.

Tak sekadar orasi, acara ini juga akan dimeriahkan pertunjukan musik dari sejumlah musisi ternama. Sebut saja Slank, Letto, Armada, Virza, serta Nella Kharisma. Belakangan diketahui pula bahwa anggaran untuk acara yang berlangsung hingga hampir tengah hari itu menelan sampai Rp 18 miliar. Pos dana berasal dari Satuan Kerja (Satker) Kesbangpol Provinsi Jateng.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Pastikan Bukan Kampanye, Mahfud MD Minta Apel Kebangsaan Diperbanyak