JawaPos Radar | Iklan Jitu

Peresmian Pelabuhan Sibolga

Jokowi Ingin Ekspor CPO Dilakukan dari Pelabuhan Sibolga

17 Maret 2019, 17:17:21 WIB
Jokowi Ingin Ekspor CPO Dilakukan dari Pelabuhan Sibolga
Presiden RI Joko Widodo resmikan Pelabuhan Sibolga, Minggu (17/3). (Dok Pelindo 1)
Share this

JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 pada Minggu, (17/3). Dalam kesempatan itu, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana, serta jajaran Direksi Pelindo 1 dan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutahuruk.

Pelindo 1 telah menyelesaikan seluruh pengembangan Pelabuhan Sibolga. Hal itu meliputi, penataan terminal multipurpose termasuk perluasan dermaga untuk petikemas dan general cargo; perluasan dermaga ferry 400 m2; pembangunan container yard; perkuatan dermaga; trestle; dan breasting dolpin; serta pemasangan crane dermaga (fix crane).

Selain itu, juga dilakukan penataan Terminal Penumpang dan pembangunan skybridge dengan panjang 150 meter. Yang mana skybridge itu menghubungkan dermaga ferry dengan terminal penumpang yang bertujuan untuk meningkatlan keselamatan penumpang karena jalur penumpang terpisah dari jalur kendaraan. Pengembangan Pelabuhan Sibolga secara keseluruhan sudah mencapai 100 persen.

Jokowi Ingin Ekspor CPO Dilakukan dari Pelabuhan Sibolga
Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Iriana dan beberapa menteri tinjau Pelabuhan Sibolga. (Dok Pelindo 1)

“Saya menyambut baik penyelesaian penataan Pelabuhan Sibolga yang dilengkapi dengan menambah fasilitas. Sehingga bisa mengakomodir peningkatan jalur logistik barang dan jasa. Harapannya, nanti kita bisa menambah fasiilitas storage CPO (Crude Palm Oil). Sehingga ekspor langsung CPO melalui Pelabuhan Sibolga,"terang Presiden RI, Joko Widodo.

Ia melanjutkan, dengan penataan Pelabuhan Sibolga yang memiliki lokasi strategis, mampu meningkatkan perekonomian khususnya untuk masyarakat sekitar.

Ground breaking pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, dilakukan pada tahun 2016. Saat itu, Presiden Joko Widodo hadir secara langsung melakukan ground breaking. Dan saat ini, pengembangan telah selesai 100 persen, Pelabuhan Sibolga siap digunakan.

Sebagai Pelabuhan Pengumpul, Pelabuhan Sibolga telah dilengkapi dermaga Multipurpose dengan panjang keseluruhan 153 meter yang memiliki panjang tambatan 405 meter. Dermaga ini mampu disandari empat kapal sekaligus atau maksimal ukuran kapal 6.000 GT, kedalaman kolam 6-7 MLWS dan luas lapangan penumpukan 6.061 m2. Saat ini, dermaga Pelabuhan Sibolga dapat menampung petikemas hingga 20 ribu TEUs/tahun yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 7 ribu TEUs/tahun.

Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit Fix Crane dengan kapasitas 40 Ton. Fix Crane itu mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 Box/Crane/Hour (BCH) menjadi 25 BCH untuk peti kemas dan general cargo dari 60 ton/jam menjadi rata-rata 120 ton per jam, serta 1 unit reachstaker.

Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam kesempatan itu mengungkapkan, terus mendorong BUMN untuk terus meningkatkan perannya. Terutama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi melalui ketersediaan infrastruktur pelabuhan yang memadai.

“Saya bangga pengembangan pelabuhan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi telah dilakukan oleh Pelindo 1. Pelabuhan Sibolga saat ini sudah jauh lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya, fasilitas sudah memadai. Semoga ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa,” ungkap rini Soemarno.

Dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, diharapkan mampu menekan biaya logistik arus barang yang melewati Pelabuhan Sibolga. Dengan Fasilitas yang telah disediakan, diharapkan mampu memudahkan penumpang pengguna transportasi laut dan pengoperasian fix crane dalam menjalankan aktivitas bongkar muat barang untuk kegiatan ekspor impor.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimis Pelabuhan Sibolga akan membawa dampak positif secara nasional. “Pelabuhan Sibolga ini diharapkan mampu menjadi contoh pelabuhan yang bagus, indah, dan produktif yang berada di Pantai Barat Sumatera,” jelas Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut, Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana mengungkapkan, dengan pengembangan Pelabuhan Sibolga, saat ini telah terjadi peningkatan kinerja pelayanan. Hal itu terlihat dari peningkatan arus barang dimana jumlah bongkar muat peti kemas tahun 2018 mencapai 7.105 TEUs meningkat dibandingkan periode tahun 2017 sebesar 6.739 TEUs.

"Sementara untuk layanan penumpang, jumlah total penumpang yang memanfaatkan jasa pelabuhan selama 2018 mencapai tujuh puluh tiga ribu delapan puluh lima orang. Meningkat tiga puluh empat koma delapan puluh persen jika dibanding tahun 2017 sebesar lima puluh empat ribu dua ratus lima belas orang,” tambah Bambang Eka Cahyana.

Penataan Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga dengan luas keseluruhan 2.786 m2, mampu menampung sebanyak 500 orang. Jumlah yang meningkat jika dibandingkan dengan terminal penumpang lama yang hanya mampu menampung 80 orang.

Terminal Penumpang ini mengusung konsep modern dengan sentuhan etnik yang diharapkan mampu menjadi icon baru bagi Kota Sibolga. Serta dapat menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan terutama di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias dan daerah disekitarnya.

Pelabuhan Sibolga juga diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentra produksi/industri dan hasil tambang, transportasi dan logistik di kawasan pantai Barat Sumatera Utara.

“Pengembangan kapasitas layanan Pelabuhan Sibolga yang kami lakukan ini merupakan wujud dukungan kami atas visi Nawacita serta konsep membangun dari pinggiran yang ditetapkan Pemerintah. Kami optimis, ke depan, Pelabuhan Sibolga mampu membawa multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian. Sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara khususnya dan Indonesia bagian Barat,” tutup ” tandas Bambang Eka Cahyana.

Editor           : Budi Warsito

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini