JawaPos Radar | Iklan Jitu

FPR Siapkan 900 Relawan untuk Awasi TPS

17 Maret 2019, 21:05:59 WIB
FPR Siapkan 900 Relawan untuk Awasi TPS
SEBAR RELAWAN: Panglima FPR, Nugroho Prasetyo saat memimpin konsolidasi nasional di hall De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (17/3) . (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Front Pembela Rakyat (FPR) akan menerjunkan 900 relawan untuk melakukan pengawasan di tempat pemungutan suara (TPS) di Pulau Jawa. Pengawasan ini ditujukan untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung dengan lancar dan tidak ada kecurangan yang terjadi.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para relawan sudah mendapatkan pembekalan dan pendidikan. Panglima FPR, Nugroho Prasetyo mengatakan, persiapan untuk para relawan yang akan bertugas untuk melakukan pengawasan sudah dilakukan sejak sebulan terakhir. Mereka sudah mendapatkan pembekalan yang cukup dan siap bertugas mengawasi setiap TPS.

"Pada tanggal 27 Maret mendatang, kami juga akan mengadakan apel Satgas FPR di Tawangmangu. Apel ini diikuti 5.000 Satgas. Dan sebulan terakhir ini kami juga menyiapkan relawan yang akan bertugas untuk melakukan pengawasan TPS," ucapnya, Minggu (17/3).

FPR Siapkan 900 Relawan untuk Awasi TPS
DEKLARASI: Ribuan pesilat yang tergabung dalam Jawi mengikuti deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Gedung Cendana, Poncobudoyo, Pulisen, Boyolali, Minggu (17/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Para relawan ini, Nugroho melanjutkan, nantinya hanya akan difokuskan di pulau Jawa saja. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan juga Jawa Timur.

Pemilihan tiga provinsi ini bukan tanpa alasan. Menurut Nugroho, tiga provinsi tersebut menjadi ladang pertempuran utama saat Pilpres mendatang. Sehingga, konsentrasi pengawasan TPS hanya dilakukan di tiga provinsi tersebut. Meski begitu, Nugroho pun tidak mengesampingkan provinsi yang lainnya.

"Tetapi, realitas dan juga matematika politiknya demikian. Kami konsentrasi di tiga Provinsi itu, yakni Jateng, Jabar dan Jatim. Nantinya relawan akan mengawasi seluruh TPS yang ada di sana," ucapnya.

Nugroho juga menyampaikan, pengawasan ini perlu dilakukan guna memastikan jalannya Pilpres. Selain itu, juga untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan. Baik itu saat pencoblosan maupun saat penghitungan.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : Ari Purnomo

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini