JawaPos Radar | Iklan Jitu

BPTJ Siapkan Sistem Pembayaran Tunggal untuk Transportasi Massal

17 Maret 2019, 13:54:11 WIB
BPTJ Siapkan Sistem Pembayaran Tunggal untuk Transportasi Massal
PT MRT Jakarta tengah melakukan uji coba MRT (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta diharapkan bisa menjadi pilihan alternatif untuk bepergian dan menarik pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke angkutan massal. Dengan begitu, keberadaan MRT dapat mengurangi kemacetan, terutama di sepanjang koridor jalan yang dilaluinya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, MRT, LRT Jakarta, serta TransJakarta terus melakukan koordinasi guna mengantisipasi kendala-kendala yang kemungkinan terjadi ketika nanti resmi beroperasi.

Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan integrasi antarmoda tidak hanya secara fisik namun juga secara sistem. Termasuk menyangkut alat pembayaran sehingga masyarakat cukup menggunakan satu alat pembayaran untuk penggunaan semua moda.

“BPTJ sudah menfasilitasi proses integrasi sistem pembayaran ini. Tinggal menunggu audit dari Bank Indonesia,” ujar Bambang melalui keterangan tertulisnya, Minggu (17/3).

Dikatakannya, untuk mengurangi kemacetan di Jakarta masih dibutuhkan langkah-langkah. Salah satunya pengintegrasian moda maupun agar masyarakat bisa beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Ia menyebutkan, integrasi antara MRT dengan angkutan pengumpan merupakan kunci untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Menurut Bambang, MRT berfungsi sebagai tulang punggung tidak dapat berdiri sendiri.

"Untuk itu, agar berjalan optimal, layanan MRT harus ditopang angkutan umum massal lain yang mudah diakses masyarakat, baik untuk melanjutkan perjalanan atau setelah menggunakan MRT," ujarnya.

Bambang menilai, ketersediaan feeder berupa angkutan umum massal ini penting. Agar, dalam mengakses stasiun MRT masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi. Menurutnya, jika tidak tersedia layanan angkutan umum yang bersifat massal dan terintegrasi, dikhawatirkan stasiun-stasiun MRT akan menjadi titik kemacetan.

“Jangan sampai terjadi nanti, MRT yang kita harapkan mampu mengurai kemacetan malah menjadi sumber kemacetan baru," ungkapnya.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Wildan Ibnu Walid

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini