alexametrics

LRT Palembang Sepi Penumpang, Warga: Saya Lebih Senang Taksi Online

17 Februari 2019, 17:40:05 WIB

JawaPos.com – Keberadaan Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang belum dapat dimanfaatkan dengan optimal. Warga masih enggan menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari. Akibatnya LRT Palembang sepi penumpang.

Hal ini didukung kuat dari data KAI. Penumpang rata-rata perhari hanya berkisar 3 ribu hingga 4 ribu. Sedangkan, penumpang rata-rata perminggu hanya berkisar 6 ribu hingga 8 ribu dari target penumpang 30 ribu per hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, per hari dalam satu kereta hanya diisi sekitar 10 orang penumpang. Sehingga, para penumpang pun bebas memilih tempat duduk. 

LRT Palembang Sepi Penumpang, Warga: Saya Lebih Senang Taksi Online

Berbeda halnya saat pertama diresmikan, para penumpang rela berdiri untuk mencoba keberadaan LRT pertama di Indonesia ini. JawaPos.com pun melakukan penelusuran terhadap warga.

Rina Mutia, 35, warga Kebun Bunga Palembang mengatakan dirinya enggan menggunakan LRT karena memang lokasi stasiun dengan jarak rumahnya cukup jauh. Dia pun memilih menggunakan taksi online. Apalagi, taksi online bisa mengantar langsung ke lokasi. Sedangkan, LRT hanya sebatas stasiun.

“Dari rumah saya ke stasiun LRT itu tidak ada angkot yang ada hanya ojek. Kalau saya harus naik ojek baru kemudian LRT itu memakan waktu dan tentu memakan biaya. Karena itu, saya lebih senang menggunakan taksi online sehingga dijemput dari rumah dan diantar sampai tempat tujuan,” katanya saat ditemui di dekat Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Sabtu (16/5).

Dia mengaku fasilitas yang diberikan LRT Palembang cukup baik, mulai dari kenyaman hingga keamanan. Namun, sangat disayangkan terbatasnya akses dan jangkauan LRT.

Menurutnya, keterbatasan inilah menjadi faktor sepinya penumpang LRT Palembang. “Kalau jangkauannya luas tentu sangat berguna. Apalagi, harganya murah,” singkatnya.

Sementara itu, Ardiansyah, 22, warga Jakabaring Palembang ini mengaku tidak menggunakan LRT Palembang. Karena, pekerjaannya menuntutnya untuk selalu mobile (berkeliling). Karena itu, dirinya menggunakan motornya sendiri untuk sehari-hari.

Berbeda halnya dengan perkantoran yang dari pagi hingga malam tujuannya hanya satu yakni kantor tempat bekerja.

“Jadi saya menggunakan LRT saat akan ke bandara saja. Karena murah dan tidak macet,” singkat pria berprofesi sales ini. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

LRT Palembang Sepi Penumpang, Warga: Saya Lebih Senang Taksi Online