alexametrics

LRT Palembang Sepi Penumpang, Pengamat Tawarkan Strategi Ini

17 Februari 2019, 20:11:17 WIB

JawaPos.com – Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang masih kurang diminati warga untuk beraktivitas sehari-hari. Pemprov Sumsel atau Pemkot Palembang sebenarnya bisa membuat LRT Palembang tak sepi penumpang.

Pengamat publik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Palembang, Prof Abdullah Idi mengatakan, saat ini penumpang dari LRT masih sepi dan memilih menggunakan transportasi lainnya.

Karena itu, LRT harus dilakukan pengembangan. Mengingat investasinya luar biasa. “Perlu strategi untuk meningkatkan penumpang LRT, dan ini tugas semua pihak,” katanya.

LRT Palembang Sepi Penumpang, Pengamat Tawarkan Strategi Ini
Ilustrasi grafis LRT Palembang

Ia mengaku keberadaan LRT di Palembang sudah pantas dan cocok. Tujuan LRT dibangun untuk menunjang transportasi saat Asian Games untuk menghindari kemacetan di Kota Palembang.

Namun, yang perlu diperbaiki, menurutnya, kecepatan dari kereta. Bahkan, jika perlu diberikan harga khusus bagi anak sekolah dan juga orang tua. Sehingga, dapat beralih ke angkutan LRT dibandingkan angkutan online.

Selain itu, dapat ditambah dengan paket wisata jika memang diperlukan untuk meningkatkan penumpang. Dirinya tidak memungkiri, jika salah satu tujuan dibangunnya LRT ini untuk menarik wisatawan. Karena itu, jangan ragu untuk mengembangkan wisata dari Jakabaring ke Bandara.

“Banyak strategi yang dapat dilakukan. Namun, ini harus dirapatkan semua pihak,” terangnya.
Ia mengaku LRT itu merupakan aset Sumsel sehingga harus dijaga dan perlu perhatikan. Sosialisasi juga perlu ditingkatkan agar seluruh masyarakat tahu bagaimana cara menggunakan LRT.

“Banyak keuntungan yang didapatkan dari LRT ini. Harus kreatif karena ini ikon kedua selain dari Ampera,” tutupnya. 

Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menambahkan, memang setelah perhelatan Asian Games jumlah penumpang menurun drastis dan seolah berfungsi hanya sebagai kereta wisata.

“Jumlah penumpang ini dapat ditingkatkan asal ada kemauan dari kepala daerah baik Gubernur maupun Wali Kota,” katanya.

Menurutnya, upaya untuk menaikkan penumpang yakni dengan melakukan rerouting bus umum Transmusi dan menambah atau memperpanjang rute hingga menjangkau kawasan perumahan dan permukiman di Kota Palembang.

Masyarakat pun dapat beralih ke LRT Palembang dibandingkan kendaraan lainnya. Hal ini dapat dilakukan jika difasilitasi oleh Pemprov Sumsel. Subsidi juga harus diberikan kepada transportasi umum berbasis jalan raya.

“Tidak ada untung dan rugi untuk membangun infrastruktur transportasi. Jika dilihat dari besaran manfaatnya,” terangnya.

Selain melakukan rerouting bus umum Transmusi, juga bangun trotoar di sepanjang jalur LRT serta disediakan juga halte bus, dan kantong parkir.

Dengan adanya infrastruktur transportasi diharapkan pengembangan wilayah dan ekonomi semakin meningkat.

Ke depan, kasus LRT di Palembang ini menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya. Supaya, ada kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian atau MoU. Sehingga, jika ada pergantian kepala daerah maka program masih terus berlanjut.

“Jadi intinya penumpang LRT itu masih dapat ditingkatkan dengan optimal,” tutupnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

LRT Palembang Sepi Penumpang, Pengamat Tawarkan Strategi Ini