JawaPos Radar

Imlek, 7.000 Warga Tinggalkan Batam

17/02/2018, 08:51 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Perayaan Imlek
MUDIK: Sejumlah warga tengah meninggalkan Pelabuhan Domestik Sekupang (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setidaknya 7.000 warga meninggakan Batam pada puncak arus mudik imlek yang terjadi pada Rabu (14/2) kemarin.

Ribuan warga tersebut meninggalkan Batam melalui jalur laut dengan menumpang kapal di Pelabuhan Domestik Sekupang.

Jumlah tersebut diprediksi akan terus menurun. Pasalnya pada Kamis (15/2), sudah menurun menjadi 5.000 penumpang.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) pelabuhan domestik Sekupang, Suherman mengatakan jumlah penumpang yang melintas dalam dua hari terakhir berkisar diangka 12 ribu penumpang. Dari data jumlah tersebut sebanyak kurang lebih 9.000 didominasi oleh warga tionghoa.

"Sekitar 9.500 warga tionghoa yang keluar Batam, itu terhitung dengan hari ini, selebihnya warga biasa yang mungkin hanya sekedar jalan-jalan dan liburan," kata Suherman ketika dihubungi pada Kamis (15/2).

Dilihat dari jumlah arus kemarin, kata Suherman lagi, rata-rata penumpang berlayar dengan tujuan Selat Panjang, Kabupaten Meranti, Riau, dan sebagian ke Dumai. Daerah-daerah ini memang ditinggali banyak warga tionghoa.

Sementara itu Kepala Pos Syabandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Trino Palapa mengatakan arus mudik imlek tahun ini mengalami penurunan sekitar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Tahun ini, hingga titik arus puncak hanya belasan ribu warga yang menyeberang. Padahal tahun sebelumnya sudah ada puluhan ribu penumpang yang memadati pelabuhan Domestik Sekupang.

Hal ini senada dengan tidak ada penambahan kapal pada imlek tahun ini. Padahal tahun lalu pengelola kapal sudah melakukan penambahan sejak beberapa hari jelang imlek. "Jauh menurun jumlah penumpangnya, ini sudah lewat arusnya," kata Trino.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up