JawaPos Radar

Angpao Dipercaya Tularkan Energi Kesuksesan

17/02/2018, 09:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pembuatan Angpao
ILUSTRASI pembuatan amplop angpao (Dika Kawengian/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Selain sembahyang di tahun baru imlek, ada satu momen yang ditunggu-tunggu banyak kalangan muda. Benar, bagi-bagi angpao. Selain mendapatkan rejeki, ternyata angpao memiliki makna yang lebih mendalam.

Pakar Astrologi dan Feng Shui, Gunadi Widjaja menjelaskan sebenarnya tradisi imlek sendiri memiliki proses yang panjang. Dari mulai hari pertama (imlek) sampai nanti awal Maret, setiap harinya memiliki arti. 

"Intinya kan mau memasuki hari yang baru secara astrologi kita melihat pola energi kan berubah. Pola energi lama ini mesti dibuang, agar tidak mengganggu yang baru. Melepaskan pola energi lama di imlek itu kan seperti sebelum imlek dilakukan bersih-bersih untuk menerima energi yang baru," ujar Gunadi kepada JawaPos.com, Jumat (16/2).

Angpao sendiri, terang Gunadi, menjadi tradisi wajib yang harus dilakukan kaum Tionghoa. Setelah sembahyang biasanya yang muda biasanya harus mengunjungi yang tua. Lebih tua dikonotasikan sudah lebih sukses dibanding yang muda.

"Dianggapnya sudah sukses maka mereka harus memberikan angpao kepada yang muda. Itulah pertukaran energi yang terbentuk dalam pola material," tuturnya.

Menurut Gunadi, pemberian angpao ini tidak sembarangan. Polanya pemberi angpao haruslah belum menikah, jadi ketika sudah sukses rejeki dapat 'ditularkan' kepada penerima angpao. Sama dengan orang ingin menyalam orang terkenal, disitulah akan ada pertukaran energi. Diharapkan kesuksesannya akan mengikut.

Untuk nominal pemberian angpao, di umat Tionghoa ada aturannya. Dalam menghindari sial maka nominal angka harus genap. Gunadi menjelaskan angka ganjil bagi orang Tionghoa melambangkan kesendirian dan kemalangan.

"Biasanya selalu genap karena alam semesta ini kan mengandung yin yang postitif negatif, kalau ganjil seakan-akan malang atau sebatang kara. Kalau dua atau genap melambangkan kamu selalu ada yang bantu," ujarnya.

Jika diperhatikan, pada amplop angpao seringkali ada tulisan Tiongkok dengan gambar seseorang tersenyum. Gunadi mengungkap kata-kata itu seperti doa untuk selalu bahagia, panjang umur, rejeki mengalir dan hidup lebih baik.

"Semacam doa, diberkati. Mantra-mantra itu berbicara Tuhan memberkati orang, selalu energi positif yang diberikan," tandasnya.

"Satu lagi ini yang penting, kenapa merah? Merah itu kan lambang passion artinya gembira dan rejeki. Makanya diberikan warna merah supaya yang menerima juga rejekinya berkobar-kobar," tambahnya.

 

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up