alexametrics

Pakar Hukum Dorong Polisi Ekspos Pembooking Vanessa

17 Januari 2019, 20:32:42 WIB

JawaPos.com – Polisi enggan mengekspos pria hidung belang di balik kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel. Alasannya, tidak ada regulasi yang mengatur hal tersebut.

Namun Pakar Hukum asal Universitas 17 Agustus (Untag) Hufron berbendapat, polisi boleh saja mengekspos pria hidung belangnya. Misalnya dengan menyebut inisial atau ciri-cirinya. Sehingga polisi dapat mengekspos tanpa melanggar privasi seseorang.

Menurut Hufron, tidak ada alasan bagi polisi menyembunyikan identitas pria hidung belang yang membooking Vanessa dan Avriella. Sebab kasusnya sendiri sudah masuk ranah publik.

“Karena kasus tersebut sudah masuk wilayah pidana. Kalau secara norma kesusilaan, kasus tersebut jelas tidak dibenarkan. Jadi kasih inisial saja seperti tindak pidana pada umumnya,” kata Hufron kepada JawaPos.com, Kamis (17/1).

Selain itu, Hufron memandang jika hukum yang hanya menjerat mucikari tergolong sudah usang. Pasalnya, aturan tersebut merupakan produk hukum zaman Belanda sejak 1918.

Apalagi para artis diduga secara sadar menawarkan atau menjual diri kepada pria hidung belang melalui mucikari. Beda halnya dengan pekerja seks komersial (PSK) korban trafficking atau eksploitasi.

“Kalau (PSK) sadar, berarti sudah tidak tepat lagi dibilang korban. Ya menurut saya, (PSK) ini pelaku. Untuk itu, mereka (PSK) juga harus diekspose dan diundang dalam persidangan,” ulas Hufron.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan akan menindak jika memang ada aturan yang menjerat para pengguna jasa prostitusi. Namun untuk sementara, masih memberlakukan status saksi atau korban kepada pengguna.

Kasus protitusi memang biasa menempatkan PSK dan penggunanya sebagai saksi dan korban. Tapi kasus yang menjerat Vanessa memang agak sedikit berbeda.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Aryo Mahendro

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Pakar Hukum Dorong Polisi Ekspos Pembooking Vanessa