alexametrics

Menkeu Minta Angka Penyelundupan Rokok di Batam Turun Jadi 3 Persen

17 Januari 2019, 09:29:36 WIB

JawaPos.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengharapkan semua pihak terkait, khusunya Bea Cukai (BC) untuk memperhatikan penanganan dan pencegahan kasus penyelundupan rokok di wilayah Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Meskipun angka kasus penyelundupan rokok turun menjadi 7 persen pada tahun lalu, ia tetap menginginkan gebrakan lebih besar lagi pada tahun ini

“Kami targetkan penurunan lagi menjadi tiga persen. Harus terus kami tingkatkan,” ujar Sri Mulyani dalam kunjungannya ke Batam, Selasa lalu (15/1).

Daerah bebas pajak seperti Batam memang menjadi kawasan yang sangat diminati oleh pelaku kejahatan penyelundupan rokok. Kondisi geografis Kepri yang  96 persen adalah laut, menjadi tantangan besar bagi BC untuk mengawasi masuknya rokok ilegal.

Dalam prosesnya, BC dan pihak terkait akan fokus pada pelaku penyelundupan, tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Sejauh ini sinergi yang dilakukan BC dengan tim perpajakan sudah berjalan baik dan diharapkan bisa semakin solid.

Meskipun memiliki tantangan besar ke depan, Sri Mulyani mengaku secara keseluruhan kinerja BC Batam dan Kepri cukup optimal tahun lalu. Banyaknya penindakan yang dilakukan ikut berperan untuk meningkatkan penerimaan cukai rokok. “Sekarang ini pemain legal mengisi posisi yang selama ini diisi ilegal, karena penindakan yang dilakukan,” tambahnya.

Sementara untuk persoalan kuota rokok di Batam yang dinilai tidak sesuai, dia mengharapkan ada kalkulasi baru sehingga tidak sampai menyebar ke daerah lain. Kelebihan jumlah barang dibanding kebutuhan juga menjadi peluang hadirnya praktik penyelundupan rokok ke daerah lain. “Untuk Batam kuota rokok harus diperhatikan betul. Sebab, kuota yang ada melebihi kebutuhan, hingga merembes pada daerah lain,” pungkas Sri Mulyani.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Bobi Bani


Close Ads
Menkeu Minta Angka Penyelundupan Rokok di Batam Turun Jadi 3 Persen