alexametrics

Sadis! Diduga Dianiaya, Mayat Orang Utan Mengapung Tanpa Kepala

17 Januari 2018, 07:30:03 WIB

JawaPos.com – Pembantaian orang utan di Kalimantan Tengah tercium lagi. Ini setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan personel Polsek di Barito Selatan menemukan seekor orang utan yang tewas. Bangkainya ditemukan mengapung di Sei Barito, sekitar Jembatan Kalahien, Buntok, Senin (15/1).

Belum diketahui penyebab pasti kematian satwa langka dilindungi itu. Polisi maupun pihak BKSDA juga belum bisa menyimpulkan. Namun, berdasarkan kondisi bangkai orang utan itu, antara badan dan kepala terpisah, diduga kuat adalah korban pembantaian oleh orang tak bertanggung jawab.

Informasi dari Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) disebutkan, kasus penemuan bangkai orang utan di Sungai Kalahien Buntok awalnya pada pagi hari. Seorang warga Desa Kalahien yang tinggal di lanting melihat sesuatu seperti mayat manusia dengan tangan dan kaki yang tersangkut di pinggir sungai.

“Iya benar kami diinformasikan hal tersebut dan patut kita pertanyakan kenapa tidak dilakukan otopsi oleh BKSD. Kami siap bantu sebab alat dan dokter hewan ada dan setidaknya kita tahu sedikit penyebab kematian dan atau jika mau diproses hukum,” ujar Humas Yayasan BOS Palangka Raya, Agung sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (16/1).

Kemudian, lanjut dia, penemuan itu dilaporkan ke Polsek terdekat. Anggota Polsek bersama dengan warga sekitar lalu mengangkat mayat tersebut ke daratan. Baru diketahui ternyata bukan mayat manusia tetapi mayat orang utan. Tak lama pihak Polsek menghubungi pihak terkait.

Berdasarkan laporan kondisi fisik bangkai orang utan, bulu di seluruh tubuh sudah rontok semua, mayat orang utan tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan kondisi tangan yang hampir putus. Kaki dalam kondisi lengkap, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti bekas sabetan senjata tajam dan kepala orang utan tersebut sampai sekarang belum ditemukan.

Kemudian, di lokasi tempat awal kejadian belum dapat ditentukan karena dikira bangkai orang utan tersebut sudah hanyut mengikuti aliran sungai kurang lebih dua hari. Orang utan itu berkelamin jantan dan merupakan orang utan dewasa. Untuk mengangkat bangkainya pun diperlukan empat orang dewasa.

Agung menegaskan kembali bahwa BOS Foundation menyayangkan kejadian ini. Jika benar kematian orang utan yang ditemukan mengapung di sungai ini akibat konflik dengan manusia, yakni berupa beberapa luka sabetan benda tajam dan tanpa kepala.

“Kami mengutuk keras hal ini. Di samping itu kami juga mengajak berbagai pihak terkait semakin gencar pelestarian orang utan Kalimantan yang kini statusnya sudah sangat terancam punah. Stop perburuan, stop pembunuhan dan kekerasan terhadap orang utan,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (fab/jpg/ce1/JPC)

Sadis! Diduga Dianiaya, Mayat Orang Utan Mengapung Tanpa Kepala