alexametrics

Biadab! Orangutan Kembali Dibantai di Kalimantan

17 Januari 2018, 08:00:57 WIB

JawaPos.com – Kasus pembantaian orang utan kembali terjadi di Kalimantan. Sebuah bangkai orangutan dengan kepala terpenggal ditemukan hanyut di Sungai Kalahien, Barito Selatan. Atas penemuan bangkai orangutan ini, Forum Orangutan Kalteng mendesak pihak kepolisian bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengusut tuntas siapa pelaku yang tega membantai hewan yang dilindungi oleh Undang Undang tersebut.

“Pihak-pihak terkait harus cepat mengungkap dan menangkap pembantai orangutan itu. Kami siap membantu,” kata Ketua Forum Orangutan Kalteng, Okta simon, Selasa (16/01) dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group). Pihaknya berharap, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi ke depannya.

Melihat kejadian ini, Forum Orangutan Kalteng terdorong untuk membantu dalam upaya pemerintah, salah satunya penyadaran dan pemberian pengetahuan seperti sosialisasi  bagi masyarakat.

“Rasa prihatin dan kecaman keras akan tindakan kekerasan ini. Tindakan ini jangan sampai terulang kembali kepada satwa liar, kami yakin bukan satu dua kali terjadi, harusnya ada langkah konkret semua pihak, bukan hanya peduli,” tegas Simon.

Terkait kasus ini, pihak BKSDA Kalteng menyatakan kasus ini sudah diselidiki oleh pihak yang berwajib. Jika dilihat dari kondisi secara fisik jasadnya, bisa dipastikan ada tanda-tanda kekerasan.

“Sudah diselidiki,” ucap Kepala BKSDA Kalteng Adib Gunawan melalui Kepala Seksi Wilayah I Kalteng Junaidi Slamet Wibowo.

BKSDA sendiri akan mencoba menghentikan konflik antara manusia dan hewan primadona di Kalimantan ini. Orangutan ini merupakan salah satu pembantu regenerasi hutan. Atau dianggap sebagai penyebar dari bibit buah hutan. Populasinya sekarang dikabarkan tergolong sedikit. Setelah kebakaran besar yang melanda, ada lebih dari 50 ekor orangutan sudah dipindahkan ke hutan yang layak.

Sebelumnya,  kasus pembantaian hewan bernama Latin Pongo Pygmaeus Pygmaeus  pernah terjadi pada Januari 2017 silam, di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Kapuas Hulu, Kapuas. Kejadian setahun silam ini sangat memilukan, sebab Orangutan dibantai lalu dimasak dan dimakan.

Atas  kasus pembantaian Orangutan tersebut, pihak Polres Kapuas menetapkan tiga orang, yakni Arianto, Robertus dan Elgianis G Susanto sebagai tersangka.

Sementara itu, atas kasus yang melilitnya, pada Selasa 20 Juni 2017 masing-masing pembantai mendapat vonis. Arianto diganjar hukuman selama 2 tahun 9 bulan. Sementara Robertus dan Elgianus G Susanto mendapatkan hukuman yang sama, yakni 1 tahun 4 bulan, subsider 3 bulan dan denda Rp1 juta sampai dengan Rp10 juta.

Editor : Kuswandi

Reporter : (wnd/jpg/JPC)

Biadab! Orangutan Kembali Dibantai di Kalimantan