JawaPos Radar | Iklan Jitu

Optimalkan Potensi, 130 Desa di Malang Disiapkan Jadi 'Dewi'

16 Desember 2018, 21:27:38 WIB
Desa Pujon Kidul
POTENSI DESA: Saat ini, Kafe Pujon yang dikelola oleh BUMDes Sumber Sejahtera menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli desa (PADes) terbanyak. Sekitar Rp 520 juta berhasil disumbang. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang terus melakukan upaya mengoptimalkan potensi desa. Saah satunya dengan cara memetakan potensi yang tersebar di 130 desa. Nantinya desa-desa tersebut diproyeksikan akan menjadi Dewi alias Desa Wisata.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Disparbud Kabupaten Malang Lani Massuro mengatakan, dari 130 desa yang akan diproyeksikan menjadi desa wisata tersebut, 18 diantaranya telah mempunyai SK. Atau disebut sebagai desa mandiri. Sementara untuk yang 112 masih rintisan, atau masih dalam persiapan menjadi Dewi.

"Kalau potensi, sebenarnya desa di Kabupaten Malang potensinya sangat luar biasa," katanya, Minggu (16/12).

Lani menjelaskan dalam membentuk sebuah desa menjadi desa wisata perlu dilakukan beberapa persiapan. Diantaranya pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Keberadaan Pokdarwis berfungsi sebagai tangan pemerintah desa untuk bisa menjangkau masyarakat yang lain.

Lani melanjutkan, setelah pokdarwis terbentuk, nantinya pokdarwis lah yang bertugas menginventarisasi potensi wisata dalam suatu daerah. Yang selanjutnya untuk dianalisa, hal apa saja yang bisa dijual atau dipromosikan dalam sebuah paket wisata.

"Harus bisa didiskusikan kepada pemdes, kecamatan dan pihak lainnya. Jika sudah jelas apa yang ditawarkan, bisa saja kemudian untuk dilanjutkan ke pihak dinas," jelas Lani.

Kemudian untuk persiapan lainnya yaitu paket wisata yang nantinya akan ditawarkan. Lani menyebut, dalam paket wisata pada desa wisata yaitu juga harus terdapat tempat menginap.

Hal yang ditawarkan dan dikenalkan adalah pola hidup dan kebiasaan sehari-hari warga desa setempat. Pengunjung yang berwisata ke desa wisata menginginkan adanya pengalaman hidup di desa.

Lani menuturkan, untuk desa wisata, dibagi menjadi empat kategori. Dia merinci, desa wisata berbasis alam, berbasis budaya, kerajinan dan perpaduan dari tiga basis itu. "Jadi sesuai dengan kearifan lokalnya masing-masing," tegasnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini