JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bandel, Banyak Wisatawan Berteduh di Bawah Ceruk Tebing

16 Desember 2018, 16:30:08 WIB
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wisatawan yang datang ke pantai selatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) masih banyak yang bandel. Meski sudah diawasi dan diberi papan pengumuman, namun ada saja yang tetap berteduh di bawah ceruk-ceruk tebing tepi pantai.

Marjono, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, mengatakan mereka yang melanggar aturan itu lebih banyak anak muda. "Anak muda yang bandel, padahal sudah ada petugas yang patroli dan papan pengumuman supaya tidak berteduh di tempat bahaya sudah ada," katanya, saat dihubungi Minggu (16/12).

Pada libur Minggu (16/12) ini, mereka yang masih terlihat berteduh di bawah ceruk tebing di Pantai Sadranan dan Kukup. Hanya karena untuk menghindari cuaca panas saja atau berteduh ketika hujan.
"Untuk ceruk tebing yang berbahaya itu Sadranan bagian timur. Ceruknya sudah agak menjorok. Kalau untuk di Kukup, hanya sedikit saja," ucapnya.

Upaya agar wisawatan tak berteduh di bawah ceruk juga sudah banyak dilakukan. Selain patroli dan papan pengumuman, pihaknya telah melaporkannya ke Polres Gunungkidul supaya memberikan imbauan.

"Kami juga meminta masyarakat setempat untuk membuat suatu pembatas. Memakai kayu, misalnya. Tapi masyarakat juga kurang," kata dia.

Imbauan kepada wisatawan ini menjadi perhatiannya, karena peristiwa seperti pada 2015 silam tak ingin terulang. Ketika itu, ada 1 titik ceruk tebing di tepi pantai yang ambrol.

Kebetulan saat itu di bawahnya ada beberapa wisatawan yang sedang berteduh. Akibatnya, korban yang tertimbun banyak yang meninggal di lokasi kejadian. "Jangan sampai terulang lah," ucapnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini