alexametrics

Gempa Tasikmalaya, Satu Orang Meninggal dan 26 Rumah Rusak Berat

Tidak Ada Tsunami
16 Desember 2017, 09:48:18 WIB

JawaPos.com – Dampak gempa bumi yang mengguncang pesisir selatan Jawa, Jumat (15/12) malam juga terasa di Jawa Tengah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, daerah terdampak gempa yang merusak ada di Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes, dan Banjarnegara.

Tercatat, akibat gempa semalam dilaporkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat. Selain itu terdapat 26 rumah rusak berat dan roboh serta 6 rumah rusak sedang. “Korban meninggal atas nama Aminah, usia 80 tahun, warga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan. Korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa,” katanya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Sabtu (16/12). 

Menurut keterangan Sutopo, sejumlah rumah sakit juga mengalami kerusakan, sehingga pasien harus dievakuasi ke luar rumah sakit. Salah satu yang terparah adalah bangunan RSUD Banyumas dengan keruskan plafon ambrol, tembok retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Sutopo mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) setempat, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat membantu penanganan darurat. “Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan,” imbuhnya.

Selain itu disampaikan pula bahwa masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing seiring berakhirnya peringatan dini ancaman tsunami. “Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa. Gempa susulan telah terjadi sebanyak tujuh kali dengan magnitude yang kecil, tidak ada dampak merusak dari gempa susulan. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal,” tegas Sutopo.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Namun, ia meminta kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk diutamakan dikarenakan belum adanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memprediksi gempa secara pasti.

Menurutnya, gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan gempa. Saat terjadi gempa segeralah keluar dari rumah maupun bangunan, dan berlindung di tempat yang aman.

Editor : admin

Reporter : (gul/ce1/JPC)



Close Ads
Gempa Tasikmalaya, Satu Orang Meninggal dan 26 Rumah Rusak Berat