alexametrics

DPRD Kota Malang Minta Percepatan Pembangunan Kawasan Malang Heritage

16 November 2020, 16:38:51 WIB

JawaPos.com–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang meminta Pemerintah Kota Malang melakukan percepatan pembangunan kawasan Malang Heritage. Kawasan itu diharapkan menjadi salah satu daerah wisata unggulan di Kota Malang, Jawa Timur.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arif Wahyudi mengatakan, percepatan pembangunan kawasan Malang Heritage di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang tersebut harus dilakukan. Sebab, saat ini banyak sektor ekonomi yang terdampak.

”Percepatan atas pembangunan tersebut mutlak dilakukan. Berdasar pernyataan Wali Kota Malang, proses pengerjaan akan dilakukan 24 jam,” kata Arif seperti dilansir dari Antara di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11).

Namun, lanjut Arif, pihaknya beberapa kali telah melakukan pemantauan langsung proses pengerjaan kawasan Malang Heritage tersebut dan didapati bahwa pembangunan tidak dilakukan selama 24 jam. Hal tersebut, harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. Proses pembangunan Malang Heritage memberikan dampak cukup besar kepada pelaku usaha skala kecil di wilayah itu.

”Ini harus menjadi perhatian serius. Karena jika tidak dilakukan secara maksimal, kerugian yang diderita masyarakat cukup besar. Kami mohon dilakukan pengerjaan selama 24 jam,” ujar Arif.

Dampak yang timbul akibat pembangunan kawasan Malang Heritage tersebut, tidak lepas dari adanya penutupan akses jalan utama di Kota Malang. Penutupan ruas jalan protokol itu, memberikan dampak terhadap penurunan omzet pedagang dan pelaku usaha.

”Sebagai contoh, salah satu pedagang di Jalan Semeru, menyatakan bahwa omzet menurun hingga 70 persen akibat dampak pembangunan,” tutur Arif.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya tidak menampik bahwa proses pembangunan kawasan Malang Heritage tersebut tidak dilakukan selama 24 jam. Bahkan, Sutiaji memberikan teguran kepada pelaksana proyek. ”Saya malam hari ke sana dan tidak ada pengerjaan. Kemudian pagi hari saya tegur,” kata Sutiaji.

Pemerintah Kota Malang meminta pelaksana proyek untuk bisa melakukan proses pembangunan selama 24 jam, agar akses jalan bisa kembali dibuka dan dipergunakan masyarkat. Saat ini, lanjut Sutiaji, tahap pembangunan koridor satu dan dua sudah memasuki pengecoran. Diharapkan, proses tersebut bisa dilakukan dengan cepat dan akses kendaraan bisa segera dibuka untuk masyarakat.

”Ini memang harus dilakukan percepatan, karena ini adalah akses keluar masuknya orang akan berdampak pada tumbuh kembangnya perekonomian Kota Malang,” terang Sutiaji.

Kawasan Kayutangan atau Jalan Basuki Rachmad merupakan pusat perdagangan dan pertokoan pada masa Hindia Belanda. Di kawasan tersebut, berderet bangungan tua yang memiliki nilai sejarah tinggi. Proyek pembangunan Malang Heritage tersebut dimulai 9 November, untuk penataan ulang koridor Kayutangan. Koridor tersebut akan dibuat menyerupai Malioboro di Yogyakarta, atau Jalan Braga di Bandung dan Ditarget rampung pada 20 Desember. Pendanaan proyek pembangunan Malang Heritage di kawasan Kayutangan tersebut, sebagian besar berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan total mencapai Rp 23 miliar.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads