JawaPos Radar | Iklan Jitu

Peringati Hari Juang, TNI dan Ribuan Pendaki Bakal Hijaukan Merbabu

16 November 2018, 19:03:02 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penghijauan Merbabu
Bertajuk 'Tanam Lagi, Lagi, Dan Lagi', gerakan penghijauan ini turut menggandeng sebanyak 1.001 pendaki dari sejumlah kelompok pencinta alam di Jateng. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Infantri ke-73, jajaran prajurit TNI AD dari Korem 073/Makutarama Salatiga menyelenggarakan gerakan penghijauan. Kegiatan reboisasi ini dilangsungkan di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah yang beberapa hektare lahannya sempat dilalap api beberapa waktu lalu.

Mayor Caj. Juli Silooy, selaku Kepala Penerangan Korem 073 Makutarama mengatakan acara ini dihelat untuk mengembalikan kelestarian botani Gunung Merbabu. Dan memang pelaksanaanya sebagai bagian dari penyambutan Hari Juang Kartika yang diperingati tiap tanggal 15 Desember.

“Acara penanaman pohon akan kami gelar di Gunung Merbabu, tepatnya di jalur pendakian Tekelan, Desa Batur, Getasan, Kabupaten Semarang. Acaranya dimulai pukul 08.00 WIB,” terang Juli, Jumat (16/11).

Acara ini, lanjut Juli, bakal dihadiri Kasdam IV Diponegoro, Brigjen TNI Maruli Simanjuntak. Dimana prajuritnya beserta para pendaki lainnya nanti juga bakal membawa sekitar sepuluh ribu pohon dari berbagai jenis tanaman yang bakal ditanam di acara tersebut.

"Warga yang mau ikut serta kami persilakan," sambungnya. Bertajuk 'Tanam Lagi, Lagi, dan Lagi', gerakan penghijauan ini turut menggandeng sebanyak 1.001 pendaki dari sejumlah kelompok pencinta alam di Jateng. Acaranya sendiri rencananya dilangsungkan besok Sabtu (17/11) pagi.

Sementara, untuk pohon yang dibawa dan rencananya ditanam di lereng Merbabu, antara lain pohon pucuk merah, salam, hingga kendal yang bisa tumbuh dalam waktu cukup singkat. “Ini kan sudah mulai musim penghujan, jadi perlu penanaman kembali. Terutama, lahan yang kemarin mengalami kebakaran hutan selama beberapa hari,” cetusnya.

Seperti diketahui, Gunung Merbabu yang berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut itu, lerengnya pada bulan lalu sempat dilalap si jago merah. Berujung pada hangusnya sejumlah jenis tanaman dan lahan lebih dari 350 hektare.

Sempat mengarah ke pemukiman warga, api akhirnya bisa dihentikan setelah hampir seminggu membara. Berkat bantuan dari relawan, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menerjunkan satu unit helikopternya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up