JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pekerja EO Nyambi Jual Ekstasi Dibungkus Permen

16 November 2018, 18:53:53 WIB
Pekerja EO Nyambi Jual Ekstasi Dibungkus Permen  polrestabes surabaya
Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyu (kanan) menunjukkan barang bukti pil ekstasi berlogo XTC yang disita dari tangan tersangka. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Polisi membekuk seorang pekerja event organizer freelance karena mengedarkan ekstasi. Pelaku bernama Rizki Hariyanto, 26, warga Jalan Kedinding Tengah Baru, Surabaya.

Rizki diringkus di sebuah rumah di Jalan Jagir Sidosermo Surabaya saat sedang mengemas 20 butir pil haram berlogo XTC itu. Dia mengamas narkobanya dengan bungkus permen. 

Tak butuh waktu lama, polisi  menyita semua pil itu dan menggelandang Rizki ke Mapolrestabes Surabaya. Polisi lalu menginterogasi Rizki. Hasilnya, Rizki membeli pil ekstasi itu seharga Rp 10,35 juta. 

Dia membeli ekstasi dari seorang teman lama berinisial AN, yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan di Pamekasan. Rizki dan AN menggunakan sistem ranjau. 

"Jadi, mereka dapat barangnya setelah ditinggal oleh kurir yang juga disuruh narapidana tersebut. Setelah dua tersangka ini mengambil ekstasinya, lalu diolah lagi di rumah itu," jelas Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyu, Jumat (16/11). 

Setelah mengemas ulang pil ekstasinya, Rizki lalu bermaksud menjual dan mengirimnya kepada seorang pembeli. Pembeli tersebut memang sudah menjadi langganan Rizki dan AN. 

"Sehingga mereka tidak susah untuk membedakan mana petugas mana pembeli. Kami menduga, mereka memang jaringan narkoba dari lapas Pamekasan," kata Yusuf.

Sementara itu, Rizki mengaku akan menyerahkan ekstasinya kepada temannya bernama Chandra Asmara, 32, warga Jalan Tuwowo, Surabaya. Dia mengaku, membeli barang haram itu secara patungan dengan Chandra. 

Selain itu, Chandra pula yang lebih mengenal pembeli secara langsung. Jika berhasil sampai ke tangan pembeli, Rizki mengaku akan membagi dua keuntungan yang diperoleh dengan Chandra

Keuntungan itu, tidak termasuk komisi jasa antar narkoba yang akan diterima Rizki dari AN sebesar Rp 5.000 per butir. "Saya cuma ngirim. Dia (Chandra) yang jadi perantara dengan pembeli," aku Rizki.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini