JawaPos Radar | Iklan Jitu

DPRD Bentuk Pansus BUMD, Anies: Saya Juga Mau Selidiki

16 November 2018, 10:21:46 WIB | Editor: Erna Martiyanti
DPRD Bentuk Pansus BUMD, Anies: Saya Juga Mau Selidiki
Uang mengendap hingga Rp 4,4 triliun di BUMD akan diselidiki (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki uang yang mengendap di 10 BUMD dengan jumlah fantastis hingga Rp 4,4 triliun. Nampaknya, Pemprov DKI Jakarta pun tidak keberatan atas hal tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, anggaran yang dicurigai oleh DPRD DKI Jakarta pun akan diselidikinya juga. Maka, dia akan membiarkan pansus tersebut bekerja.

"Nggak apa-apa biarin saja. Kalau itu silakan saja diperiksa wong saya juga mau periksa kok," tegas Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (16/11).

Secara gamblang, Anies menyatakan akan mengecek juga jejak Rp 4,4 triliun terkait selisih pekerjaan dan serapan APBD 2018 yang ada di BUMD. Sebab, menurutnya pasti ada jalan keluar dari pekerjaan yang belum ditagihkan.

"Buat saya yang penting adalah pekerjaannya selesai kemudian selisihnya dengan pembayaran jangan jauh-jauh. Jadi, kalau pekerjaan sudah selesai 65 persen, pembayarannya ya harusnya sekitar itu," terangnya.

Sehingga, Anies berharap agar jeda dari selisih pekerjaan dan pembayaran bisa berbeda hanya 10 hingga 15 persen. "Jangan pekerjaannya 78 persen serapannya 25 persen, nggak beres tuh," katanya.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta bersama dengan eksekutif menggelar rapat badan anggaran, Rabu (14/11). Hasilnya diketahui hingga saat ini masih ada anggaran yang mengendap di 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga Rp 4,4 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah menyatakan, hanya ada tiga BUMD yaitu PT Jamkrida, PT Bank DKI, dan PT Askrida yang anggarannya terserap 100 persen. Sedangkan, 10 BUMD lainnya masih ada yang dalam proses lelang maupun pengerjaan fisik.

"Jadi sisa uang yang mengendap di BUMD itu ada Rp 4,4 triliun. Diantaranya Rp 2,6 triliun, itu masih on progress, sesuai dengan proposal dan ada yang proses lelang sekarang. Nah ada yang Rp 1,8 triliun itu sudah tidak sesuai dengan proposal, di antaranya PMD tahun 2013," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up