alexametrics

Festival CGM dan Tatung Singkawang Ditetapkan sebagai WBTB oleh UNESCO

16 Oktober 2020, 17:20:30 WIB

JawaPos.com–Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2020 bersama dengan 6 karya budaya asal Provinsi Kalimantan Barat. Penetapan itu setelah melewati serangkaian prosedur administrasi dan proses penilaian secara daring oleh UNESCO.

”WBTB berdasar UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003 berarti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, objek, artefak dan ruang budaya, yang terkait dengannya yang oleh masyarakat, kelompok dan dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka,” kata Kepala Bidang Kebudayaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kota Singkawang Rindar Prihartono seperti dilansir dari Antara Jumat (16/10).

Menurut dia, WBTB tersebut ditransmisikan dari generasi ke generasi, terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok sebagai tanggapan terhadap lingkungan mereka.

”Interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka, memberi mereka rasa identitas dan kontinuitas. Sehingga, mendorong penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia,” ujar Rindar Prihartono.

Dari konvensi itu, lanjut dia, lahir Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang pokok pikirannya merupakan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

”Dalam pemajuan kebudayaan tersebut terdapat 10 objek yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. Semua ini merupakan representatif napas kebudayaan bangsa Indonesia yang keberadaannya harus dilindungi dan dilestarikan,” terang Rindar Prihartono.

Rindar mengungkapkan, penetapan Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional adalah merupakan kebanggaan daerah sekaligus pengakuan negara terhadap tradisi, ritus, dan perayaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Singkawang.

”Hal ini pula tentu menjadi label atau identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang melahirkan tradisi ini,” jelas Rindar Prihartono.

Menurut dia, banyak versi Cap Go Meh dan Tatung Singkawang merupakan tradisi dan perayaan yang berumur 100 tahun atau bahkan lebih. Tradisi itu bahkan sempat terselubung saat era Soeharto dan mulai digelar kembali pada era Gus Dur jadi presiden.

”Usul Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sudah dimulai sejak Februari 2020 yang kemudian ditampung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diseleksi,” ujar Rindar Prihartono.

Pamong Budaya Ahli I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Timur Triono mengatakan, usul warisan budaya tak benda itu dilaksanakan setiap tahun. ”Dari kabupaten/kota harus melengkapi usul pada awal tahun antara Januari–Februari untuk diusulkan ke provinsi, kemudian dari provinsi ke pusat,” kata Timur Triono.

Tahun ini, Pemkot Singkawang mengusulkan Cap Go Meh dan Tatung. Sebenarnya ada dua karya budaya pada even itu. Hanya saja pihaknya ingin budaya Cap Go Meh dan Tatung menyatu dan tidak dipisahkan. ”Sehingga untuk Singkawang setiap CGM pasti ada tatungnya sehingga mereka saling berkaitan,” ujar Timur Triono.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads