JawaPos Radar

UAS Resmikan ATM Beras untuk Fakir Miskin Pertama di Riau

16/10/2018, 17:18 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ustad Abdul Somad
UAS saat meresmikan penggunaan mesin ATM Beras untuk fakir miskin pertama di Riau, di masjid Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Ustad Abdul Somad meresmikan penggunaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras yang diperuntukkan untuk fakir miskin. ATM beras ini merupakan yang pertama di Provinsi Riau. Launching dilakukan di Masjid Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (16/10).

"Tidak perlu lagi menghilangkan aib mukanya, tidak perlu membawa perasaannya, cukup dengan ini, diprogram, cukup dipencet keluar beras dia pun bisa makan," kata UAS usai memberikan tausiyah di masjid tersebut, Selasa (16/10) pagi.

Dalam acara ini, UAS memotong pita sebagai tanda resminya benda ini dipakai. Dia pun mengucapkan bismillah sebelum menggunting pita. "Dengan mengucap bismillah, semoga ATM beras ini menjadi amal jariyah. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar," UAS bersemangat.

Kemudian, ia diberi kesempatan untuk mencoba mesin setinggi satu meter lebih yang dibeli pengurus masjid seharga Rp 39 juta tersebut. Cara penggunaan mesin sangat mudah, pertama UAS meletakkan kartu ATM hingga beras keluar di sebuah wadah yang sudah disiapkan. 

"Berarti namo ambo ado di siko (nama saya terdaftar di dalamnya)," tutur UAS usai memakai kartu master yang diberikan pengurus masjid. Perkataan UAS ini pun mengundang gelak tawa para jamaah. 

Dikatakan UAS, mereka yang telah menyumbangkan uangnya untuk membeli mesin ini tidak akan merugi. Sebab, Allah sudah berjanji barangsiapa yang meringankan beban sesama manusia maka akan Allah mudahkan pula urusannya.

"Barang siapa yang melapangkan kesulitan orang lain, akan diberi kemudahan oleh Allah dalam hidupnya, menghadapi sakaratul maut, menjawab pertanyaan malaikat," ucap ustad yang bergelar Datuk Sri Ulama Setia Negara tersebut.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pengurus Masjid di Kecamatan Tenayan Raya Arbakmis Lamid menuturkan, mesin ATM ini merupakan ciptaan alumni ITB tahun 1980. Untuk di Kecamatan Tenayan Raya sendiri, sudah ada enam unit mesin yang akan disebar ke beberapa masjid.

"Berasnya sudah ditanggung Baznas, selanjutnya tinggal di data saja penerima manfaat. Begitu juga dengan jumlah yang diterima perbulan, waktu mengambilnya," tutur Lamid.

Pembelian mesin ini merupakan uang sumbangan atau sedekah yang diberikan oleh jamaah masjid. Untuk di Jalan Bukit Barisan, sudah terdata 41 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 156. Mereka akan diberikan kartu untuk bisa mengambil beras di ATM itu sesuai jadwal yang disepakati.

Penerima kartu itu juga diwajibkan mengikuti Salat Magrib dan Subuh berjamaah di masjid. Mereka juga diberikan bekal dalam pengajian rutin sehingga tak hanya mendapat beras tapi juga ilmu pengetahuan. "Untuk bekal kehidupan di dunia mereka dapat, begitu juga bekal di akhirat nanti," katanya.

Sedangkan M Arha Zupri selaku penyalur mesin ini menjelaskan, tercetusnya perangkat ini karena melihat masyarakat yang sering ngantri beras begitu ada bagi-bagi Sembako. Yang ngantri selalu orang tua dan bahkan ada yang meninggal dunia karena lama mengantri.

"Seperti kejadian di Makassar beberapa waktu lalu. Lalu kami dari alumni ITB 80-an, apakah tidak ada yang bisa dilakukan guna meringankan beban meringankan, tercetuslah mesin ini," kata Presiden Direktur PT Megatron Empat Sekawan ini.

Dia menjelaskan, prototipe ATM ini sudah didesain sejak empat tahun lalu. Kemudian diujicoba pada tahun 2016 di dua masjid di Cibubur dan Depok, selanjutnya mulai dipasarkan pada tahun 2017. "Ini merupakan ciptaan anak bangsa, pertama kali di Indonesia. Produk serupa mungkin ada tapi fungsinya beda, ini sudah didaftarkan untuk mendapatkan hak paten," katanya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up