JawaPos Radar

Projo Bantah 12 Kepala Daerah di Riau Dukung Jokowi

16/10/2018, 09:55 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Projo
Ketua Projo Pekanbaru H M Syahrin saat menunjukkan spanduk putih berisi 9 tanda tangan kepala daerah se-Riau pada acara deklarasi relawan Projo. Ini ditunjukkannua saat datang ke kantor Bawaslu Riau, Senin (14/10). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau sedang melakukan pemeriksaan atas dugaan dukungan kepala daerah kepada calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Berdasarkan bukti yang didapat, 12 kepala daerah di Riau meneken naskah dukungan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Namun bukti tersebut dibantah Ketua Projo Kota Pekanbaru H M Syahrin. Menurutnya, bukti itu palsu. Sebab hanya ada 9 kepala daerah yang hadir pada acara deklarasi relawan Jokowi di ballroom Hotel Arya Duta Pekanbaru, Riau, Rabu (10/10) lalu.

"Itu tidak benar (bukti naskah dukungan milik Bawaslu) karena ditandangani semua orang, 12 orang. Tapi yang datang dan teken cuma 9 orang. 3 Tidak datang. Kami menolak naskah itu," ujar Syahrin, Selasa (16/10).

Syahrin mengungkapkan, tanda tangan yang sebenarnya ada di sebuah spanduk warna putih berukuran 2x2 meter. Di spanduk itu hanya ada tanda tangan 9 kepala daerah.

Mereka adalah Bupati Siak sekaligus Gubernur Riau terpilih Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Terpiluh Edy Natar Nasution. Lalu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wali Kota Dumai Zulkifli AS, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Bupati Kampar Aziz Zainal, dan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan.

Sementara tiga kepala daerah lainnya tidak hadir dalam acara dengan alasannya beragam. Ketiganya adalah Bupati Rokan Hulu Sukiman, Bupati Pelalawan HM Harris, dan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto.

"Biar saja. Itu bisa saja dibuat orang yang tidak senang. Tapi yang benar ini," ucap Syahrin yang mengenakan kemeja putih sambil menunjukkan spanduk yang ditandangani 9 kepala daerah.

Bukti itusudah ditunjukkan Syahrin kepada Bawaslu saat pemeriksaan pada Senin (14/10) kemarin. Selain itu, Syahrin juga membawa buku tamu serta surat izin dari KPU Riau, Bawaslu Riau maupun Polda Riau terkait pelaksanaan deklarasi

"Kami kooperatif saja. Karena kami sudah mengikuti aturan. Itu, kami tidak tau. Yang konsep tulis, itu kami tidak tau. Kami mengikut yang ini, bukan yang di kertas," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan menuturkan, pihaknya mencecar Syahrin sebanyak 58 pertanyaan. Sedangkan Ketua DPD Projo Riau Sonny Magranta Silaban dicecar sebanyak 36 pertanyaan. "Semuanya minta keterangan tentang penyelenggaraan deklarasi bersama Projo se-sProvinsi Riau. Minta bukti, kami berikan," imbuh Rusidi.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up