alexametrics

1.200 Mahasiswa Korban Gempa Sulteng Pekan Ini Resmi Kuliah di Unhas

16 Oktober 2018, 17:54:55 WIB

JawaPos.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, terus merampungkan persiapan untuk menerima proses masuk melalui program sit in atau kuliah sementara bagi mahasiswa korban dampak bencana, gempa, tsunami dan likuifaksi, asal Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah menyebut, saat ini telah terdata lebih dari 1.500 mahasiswa yang berasal dari 12 fakultas di Untad. Para mahasiswa itu, bakal melanjutkan proses perkuliahan secara resmi di Unhas.

“Sesuai hasil komunikasi antara Unhas dengan pimpinan Untad, maka proses sit in mahasiswa asal Untad dapat segera dimulai,” kata Suharman melalui keterangan resminya di Makassar, Selasa (16/10).

1.200 Mahasiswa Korban Gempa Sulteng Pekan Ini Resmi Kuliah di Unhas
Ratusan mahasiswa korban bencana asal Untad, mendaftar di Unhas Makassar. (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Dijadwalkan, Unhas akan menggelar prosesi penerimaan mahasiswa sit in asal Untad, di GOR Unhas Tamalanrea, pada Jumat (19/10) pukul 13.30 WITA pekan ini. Prosesi penerimaan ini, akan diawali dengan penyambutan secara simbolis oleh Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan nama-nama mahasiswa asal Untad kepada pimpinan Fakultas yang akan ditempati sit in di lingkungan Unhas. Pihak Untad lanjut Suharman, telah memberikan sinyal menyetujui proses sit in.

“Selama ini kita belum memulai proses sit in, karena kita menunggu persetujuan dari Tadulako. Sesuai hasil rapat internal pihak Untad, proses sit in di Unhas dapat dilanjutkan,” ucapnya.

Suharman mengharapkan, agar seluruh mahasiswa Untad yang telah mengisi form pendataan di Unhas dapat hadir pada saat penerimaan resmi nanti. “Jika memungkinkan, kita harapkan agar mereka hadir memakai jas almamater Untad, untuk menunjukkan identitas bahwa mereka adalah mahasiswa yang sit in di Unhas,” harapnya.

Mahasiswa yang sebelumnya tersebar dari berbagai fakultas dan jurusan di Untad ini, adalah mereka yang menjadi korban dari bencana alam gempa berkekuatan 7,4 SR disusul tsunami yang melanda kota Palu, kabupaten Donggala dan Sigi, Sulteng.

Sejak dibukanya pendaftaran pada (3/10) pekan lalu, pihak Unhas mulai melalukan pendataan kelengkapan administrasi. Unhas memastikan, mahasiswa yang menjadi korban akan ditampung untuk melanjutkan perkuliahan.

“Umumnya mahasiswa asal Tadulako mendaftar di posko pendataan calon mahasiswa melalui program sit in di Unhas,” Suharman saat memberikan keterangan di Makassar, Selasa (9/10) lalu.

Mahasiswa yang awalnya mendaftar di posko-posko pendaftaran di Unhas diperkenankan untuk melampirkan berkas adiminstrasi diri seperti KTP Palu, kartu mahasiswa serta berkas lainnya.

Namun apabila berkas persyaratan tersebut tidak dilengkapi, pihak Unhas melakukan pelacakan jejak digital melalui sistem online. Tujuannya memudahkan para pendaftar lanjutan yang ingin melanjutkan perkuliahan di Unhas.

“Program sit in ini dibuka berdasarkan kesepakatan majelis rektor setanah air dan forum rektor se Indonesia. Ini dilakukan untuk membantu para mahasiswa Tadulako dan mahasiswa korban bencana lainnya agar tetap melanjutkan perkuliahan,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
1.200 Mahasiswa Korban Gempa Sulteng Pekan Ini Resmi Kuliah di Unhas