alexametrics

Sudah 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Dibuka

16 September 2021, 00:06:50 WIB

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, ada 154 tempat wisata di Jawa Timur yang sudah dibuka. Pembukaan itu menyusul kondisi Covid-19 yang terus menurun dan melandai.

’’Tempat wisata dari level 1 dan 2 ada 257 titik sampai kemarin dari 257 area wisata, 154 sudah buka terbatas bertahap,’’ ujar Khofifah.

Dari 154 tempat wisata itu, bukan sektor wisata air. Otomatis, kolam renang yang berada di hotel maupun waterpark masih dilarang buka.

’’Selama 2021 masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah. Memberlakukan PPKM darurat, berlevel, saat itu kami tahu bahwa mal ditutup, kemudian pusat perbelanjaan ditutup. Pasar tradisional terbatas jam operasinya,’’ kata Khofifah.

Hanya saja, Khofifah tidak menjelaskan mana saja tempat wisata yang sudah dibuka. Mantan Menteri Sosial itu menegaskan, sektor wisata bisa kembali dibuka karena kondisi Covid-19 yang mulai melandai. Penurunan kasus itu, dibarengi dengan pembatasan sosial yang masih dipekretat dan dilakukan di berbagai sektor di Jatim.

’’Di beberapa tempat dibatasi berapa yang boleh masuk. Di Jatim sudah ada 6 daerah yang masuk level 1. Sebanyak 19 daerah level 2 dan 13 daerah level 3. Artinya PTM sudah terbatas bertahap. Mal dibuka, resto tadinya dine in 20 menit, lalu 30 menit, kini 1 jam,’’ papar Khofifah.

Khofifah mengakui, ekonomi sudah mulai bergerak. Semester 1 pada 2021, pertumbuhan ekonomi 7,05 persen. ’’Dari ini, kita berharap terdongkrak triwulan keempat karena triwulan ketiga kita masuk PPKM darurat pada Juli. Agustus masuk PPKM berlevel. Kita di semua sektor mulai gerak untuk mengurangi mobilitas masyarakat,’’ terang Khofifah.

Berdasar Inmendagri No 42 Tahun 2021, tempat wisata di wilayah level 2 dan 3 boleh dibuka. Berdasar asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes RI, per 12 September, tidak ada kabupaten kota di Jatim yang masuk level 4. Kemudian terdapat 6 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk level 1.

Yakni Kabupaten Lamongan, Jember, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Kondisi itu mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya dalam asesmen yang dilakukan Kemenkes RI per 9 September. Dari 3 kabupaten menjadi 6 kabupaten.

Sementara itu, untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Kemudian dalam asesmen PPKM yang dilaksanakan pada 9 September dan 12 September, untuk level 3 terjadi penurunan dari 16 menjadi 13 kabupaten/kota di Jatim.

Yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Lumajang, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, dan Blitar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads