alexametrics

Tambahan Positif Covid-19 di Probolinggo Capai 40 Kasus Per Hari

16 September 2020, 07:13:24 WIB

JawaPos.com–Tambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencapai 40 kasus per hari. Sehingga Kabupaten Probolinggo masih berada di zona merah atau risiko tinggi persebaran virus korona.

”Selasa (15/9) terdapat penambahan sebanyak 40 kasus. Sehingga, totalnya berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga 15 September sudah mencapai 676 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Dewi Vironica seperti dilansir dari Antara di Probolinggo.

Menurut dia penyumbang penambahan kasus baru positif Covid-19 harian tertinggi berada di Kecamatan Kraksaan sebanyak tujuh kasus. Secara kumulatif ada 94 kasus di sana.

”Penambahan kasus baru harian tertinggi kedua terjadi di Kecamatan Pajarakan dan Dringu masing-masing sebanyak enam kasus. Total di Kecamatan Pajarakan 42 kasus dan Kecamatan Dringu 72 kasus,” tutur Dewi Vironica.

Kemudian penyumbang penambahan kasus baru harian tertinggi ketiga berada di Kecamatan Kotaanyar sebanyak empat kasus, sehingga secara kumulatif totalnya mencapai 34 kasus.

”Saat ini, Kabupaten Probolinggo masuk dalam zona merah karena dinilai memiliki tingkat risiko tinggi persebaran virus dan terdapat pasien Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi dalam sepekan terakhir,” terang Dewi Vironica.

Berdasarkan data, jumlah warga Kabupaten Probolinggo yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 676 kasus dengan keterangan 144 kasus masih dirawat dan menjalani isolasi, 497 kasus sembuh, serta 35 kasus meninggal dunia.

Menurut dia, Satgas Penanganan Covid-19 telah membuat sejumlah kebijakan terkait kembalinya Kabupaten Probolinggo menjadi zona merah. Di antaranya meningkatkan peran promotif dan preventif seperti peningkatan sosialisasi masif, serta monitoring evaluasi kegiatan yang sudah terlaksana. Pihaknya juga memperkuat peran Patriot Sehat dan meningkatkan kapasitas perawatan pada rumah sakit rujukan Covid-19. Selain itu, pembentukan dan pengaktifan kembali satgas kecamatan sampai desa, pemberian sanksi sosial sampai administratif pada pelaku pelanggar protokol kesehatan, serta pemberlakuan kembali pembagian zona per kecamatan.

”Kami juga meningkatan pelacakan dan tes pada kelompok-kelompok yang berpotensi risiko transmisi. Peningkatan integrasi data serta hasil analisa data yang dapat diakses dengan mudah oleh pemangku kebijakan,” ujar Dewi Vironica.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads