alexametrics

Terungkap, Deposito APBD Rp 100 M di Bank Hanya Fiktif, Bupati Tahu?

16 September 2017, 10:15:57 WIB

JawaPos.com – Deposito dana APBD Kabupaten Katingan sebanyak Rp 100 miliar di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang Jakarta terus ditelusuri oleh pemerintah daerah setempat. Disinyalir penyimpanan itu hanyalah fiktif belaka dan dilakukan terencana dan terstruktur dengan rapi.

Bahkan, sertifikat deposito penyimpanan uang tersebut diyakini bukan yang asli. Uang rakyat itu tidak tersimpan di dalam deposito, tetapi di rekening giro atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan. (baca juga: Didepositokan Rp 100 M, Kini APBD Tersisa Rp 935 Juta)

Bupati Katingan Sakariyas ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya hal tersebut. Pihaknya menduga sertifikat itu memang palsu. Berupaya menelusuri dan menyelesaikannya, dia pun melakukan pengecekan secara langsung ke BTN Pondok Pinang di Jakarta pada Agustus lalu. “Saya lupa tanggalnya ketika pengecekan tersebut,” ujarnya kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Jumat (15/9).

Terungkap, Deposito APBD Rp 100 M di Bank Hanya Fiktif, Bupati Tahu?
Ilustrasi (Pixabay.com)

Sakariyas juga tidak membantah bahwa uang di BTN Pondok Pinang hanya tersisa Rp 935 juta. Meski Sakariyas mendampingi Bupati Ahmad Yantenglie pada 2014, dirinya tidak tahu sama sekali soal urusan penyimpanan uang tersebut. “Sebab, saya memang tidak pernah diberi tahu,” jelasnya.

Sakariyas mengaku sangat prihatin dan tidak menduga bisa terjadi seperti itu. Dia menambahkan, masalah tersebut telah dilaporkan kepada Polda Kalteng dan Mabes Polri. Sebelumnya, pihaknya juga melaporkan masalah itu kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Pihaknya mengaku tidak melaporkan siapa pun kepada kepolisian. “Saya hanya melaporkan masalah yang terjadi terhadap uang kami. Sebab, yang saya tahu, uang Pemerintah Kabupaten Katingan tersimpan di BTN Pondok Pinang dan itu yang mau kami tarik,” terangnya.

Apa pun alasan pihak bank, uang itu harus dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Katingan. Dia beralasan sangat jelas uang tersebut tersimpan Rp 35 miliar. “Urusan ada apa di balik itu, kami tidak mau tahu. Yang jelas, uang tersebut harus dikembalikan dulu,” tegas Sakariyas.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Katingan Ignatius Mantir L. Nusa mengaku menerima pemberitahuan resmi melalui surat. Yakni, laporan Pemkab Katingan menyangkut uang APBD yang disimpan di BTN Pondok Pinang Jakarta itu pekan lalu.

Pihaknya merasa ada kejanggalan. Sebab, APBD Katingan yang awalnya tersimpan Rp 100 miliar sempat ditarik Rp 65 miliar meski belum diketahui peruntukannya dan sisa seharusnya Rp 35 miliar justru tinggal Rp 935 juta. 

Editor : admin

Reporter : (nue/abe/c22/ami)


Close Ads
Terungkap, Deposito APBD Rp 100 M di Bank Hanya Fiktif, Bupati Tahu?