JawaPos Radar

Rencana Nurdin: Sewa Helikopter Rp 2,2 M, Anggaran Kemiskinan Rp 1,5 M

16/08/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Rencana Nurdin: Sewa Helikopter Rp 2,2 M, Anggaran Kemiskinan Rp 1,5 M
ILUSTRASI. Anggaran berkaitan dengan pengentasan kemiskinan di Sulsel diusulkan sekitar Rp 1,5 miliar. Lebih sedikit dari sewa helikopter yang mencapai Rp 2,25 miliar. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih sedang memikirkan transportasi udara. Tahap awal, mereka berencana untuk menyewa helikopter.

Program sewa helikopter ini mulai dibahas di tingkat DPRD Sulsel. Ada beberapa agenda prioritas yang masuk dalam APBD Perubahan 2018.

Salah satu yang sempat menjadi pembahasan hangat adalah sewa helikopter yang dianggarkan Nurdin Abdullah (NA)-Andi Sudirman Sulaiman (ASS), gubernur-wakil gubernur terpilih.

Rencana Nurdin: Sewa Helikopter Rp 2,2 M, Anggaran Kemiskinan Rp 1,5 M
KAMPANYE: Nurdin Abdullah saat melakukan sosialisasi di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (4/4). (dok. Timses)

Rencananya helikopter itu akan digunakan oleh NA-ASS untuk memantau kondisi wilayah yang tak terjangkau via darat. Terutama saat terjadi bencana.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel menunjukkan, usulan anggaran untuk sewa helikopter sebesar Rp 2,25 miliar. Itu diperuntukkan perjalanan terbang 50 jam.

Sangat Kontras

Anggaran sewa helikopter ini angkanya lebih besar dibandingkan alokasi program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah sosial di Dinas Sosial Sulsel. Dianggarkan hanya Rp 1,5 miliar setahun.

Kepala Bidang Perencanaan Makro, Pembiayaan, dan Kerjasama Wilayah Bappeda Sulsel, Ishak Amin Rusly menyebutkan, alokasi anggaran sewa helikopter ini untuk sewa lima kali penerbangan. Hitungannya penggunaan helikopter selama 10 jam.

Penyewaannya pun satu paket. Baik dengan pilot serta kebutuhan bahan bakar, semua sudah masuk dalam biaya sewa helikopter.

"Teknisnya langsung saja ke Badan Bencana. Ini usulan dari tim transisi, anggarannya kami ambil dari hasil rasionalisasi," katanya dikutip dari Fajar (Jawa Pos Group), Kamis (16/8).

Ishak pun tak ingin berkomentar lebih jauh. Termasuk soal anggaran mana yang digeser untuk membiayai kebutuhan program tersebut. Hanya saja, sistem penyewaannya masuk dalam e-katalog.

Sebelumnya, pemprov memang telah menunda lebih dari 1.000 paket pengadaan, proyek fisik, dan kegiatan. Proyek tersebut merupakan kegiatan yang bersumber dari DAK dan APBD, untuk kemudian dialihkan ke pelaksanaan program gubernur terpilih.

Harian FAJAR sebelumnya juga memberitakan tentang sisa anggaran Rp 500 miliar dari hasil penundaan proyek tersebut. Alokasi itu disisakan khusus untuk menutupi defisit dan untuk program NA di sisa anggaran 2018 ini.

Sejauh ini usulan itu untuk pembahasan APBD Perubahan sudah masuk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel. Hanya saja, belum ada ketetapan apakah alokasi ini disetujui untuk masuk ke APBD-P 2018.

Ganggu Pembangunan

Beberapa kegiatan pun batal dilaksanaan tahun ini. Tak hanya pengadaan, kegiatan fisik hingga rencana perbaikan sekolah SMA di Sulsel batal akibat adanya rasionalisasi.

Salah satu kegiatan fisik yang batal adalah perbaikan jalan provinsi di Sidrap dengan anggaran Rp 7 miliar. Alokasi itu terpaksa batal dilelang tahun ini.

Tak hanya itu, Disdik Sulsel yang mengusulkan Rp 15 miliar untuk perbaikan gedung SMAN 1 Makassar juga tak digubris. Padahal usulan yang dimasukkan Disdik tersebut, diharapkan bisa terealisasi di APBD Perubahan 2018.

Anggota Tim Transisi NA-ASS, Jayadi Nas beranggapan anggaran tersebut sebetulnya tak besar. Tak sebanding dengan manfaat yang diberikan.

Menurutnya pemerintah harus selalu cepat untuk melakukan tanggap bencana. Salah satunya dengan hadir di lokasi-lokasi

Kata dia, rasionalisasi kegiatan banyak dilakukan. Ada beberapa agenda organisasi perangkat daerah (OPD) yang dianggap tak perlu. Selanjutnya dialihkan untuk program NA-ASS.

"Termasuk untuk sewa helikopter. Ini kita anggap penting. Pemerintah harus selalu hadir untuk masyarakat. Termasuk saat bencana," ungkapnya.

Dengan menggunakan helikopter, aksesnya pun bisa lebih cepat. Jika ada daerah yang sulit ditembus dengan jalur darat, maka akses udara bisa ditempuh. Salah satu pilihannya dengan helikopter.

Makanya saat penyesuaian program, pihaknya menganggap kebutuhan akses udara dengan helikopter wajib diakomodasi.

Dia pun berpendapat, defisit yang ada bisa tertutupi dengan adanya rasionalisasi anggaran. Belum lagi soal pengembalian anggaran KPU. Tim, kata dia, menghitung bahwa dana yang kembali dari KPU Sulsel cukup besar.

"Potensinya bisa Rp90 miliar. Cukup besar, jadi ada anggaran yang bisa digunakan," ucap mantan ketua KPU Sulsel itu.

Saat kampanye pun NA sengaja menggunakan helikopter. Alasannya, agar bisa menjangkau akses yang sulit, lewat darat. "Kehadiran pemerintah selalu dibutuhkan saat genting, apalagi bencana. Lagian kita tidak setiap saat menggunakan itu. Hanya untuk waktu tertentu saja," katanya.

Dewan Menelaah

Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem meminta Banggar menelaah program ini. Kata dia, mestinya pemprov bisa mengefisiensi dana, mengingat kondisi keuangan yang defisit.

Jika memang belum mendesak, dia menilai kegiatan itu tak perlu diagendakan untuk tahun ini. "Nanti dilihat oleh badan anggaran seperti apa. Kegiatan yang dinilai tidak perlu akan dipertimbangkan. Apalagi kondisi keuangan kita defisit," ujarnya.

Wakil Ketua Banggar DPRD Sulsel, Wawan Mattaliu, belum mau berbicara banyak soal itu. Pihaknya juga belum melakukan pembahasan atas usulan yang masuk untuk rangan program di APBD-P 2018.

Meski begitu, usulan ini tetap akan ditelaah. "Yang mana yang dianggap prioritas atau tidak, tentu akan diseleksi. Kita beroriensi atas kebutuhan masyarakat dan pembangunan," tambahnya.

Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman menyerahkan semuanya ke DPRD. Program rutin serta tambahan usulan dari tim transisi telah diterima oleh Badan Anggaran. "Soal persetujuannya tergantung mereka," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up