JawaPos Radar

Ketua DPRD Batam Berang Dengar Kalimat Kesepakatan di Bawah Bantal

16/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Ketua DPRD Batam Berang Dengar Kalimat Kesepakatan di Bawah Bantal
Rapat Paripurna DPRD Kota Batam dalam agenda Tanggapan Pemkot Batam atas Pemandangan Fraksi DPRD Kota Batam atas Ranperda Bea Gerbang Atas Jasa Pengelolaan Sampah di Kota Batam. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rapat Paripurna DPRD Kota Batam yang berlangsung, Kamis (16/8), diwarnai dengan perdebatan antara Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dengan salah satu anggota rapat.

Nuryanto tersinggung dengan kata-kata anggota Komisi II, Uba Inga Singalingging yang mengeluarkan bahasa kiasan menjurus pada kemungkinan adanya kesepakatan di luar ketentuan DPRD.

Itu bermula, saat Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad selesai membacakan tanggapan Pemkot Batam mengenai pandangan Fraksi DPRD Kota Batam atas Ranperda Bea Gerbang, soal Jasa Pengelolaan Sampah di Kota Batam. Nuryanto sebagai pimpunan rapat, kemudian mengambil alih dan menyampaikan hasil rapat pimpinan (rapim) yang dilaksanakan sebelum rapat Paripurna ini.

Uba yang ketika itu mendapat giliran memberikan tanggapannya, memulai dengan mengajak semua peserta rapat untuk bisa memberikan keterangan dengan jelas. Agar tidak terkesan ada pihak yang dilangkahi.

"Kita sekarang berada di ruang terang, semuanya juga harus terang. Jangan sampai kesepakatan di bawah meja, di bawah bantal," kata Uba mengakhiri argumentasinya, Kamis (16/8).

Mendengar hal tersebut, Nuryanto langsung mengatakan bahwa, ia tersinggung dengan ucapan Uba. Seolah-olah, Uba meragukan upayanya menjalankan langkah-langkah sesuai tata tertib DPRD.

Padahal, menurut Nuryanto, selama ini apa yang dilakukannya selalu berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia bahkan menantang semua peserta rapat untuk bisa berlaku jujur dalam menjalankan tugas.

"Saya tersinggung dengan kata-kata di bawah bantal, di bawah meja. Tidak setuju tidak apa-apa, tapi dengan kata-kata tersebut seolah menuduh saya berbuat yang tidak-tidak," kata Nuryanto dengan nada tinggi.

Atas insiden ini, Paripurna terpaksa terhenti karena beberapa anggota lain meminta untuk diskors. Nuryanto kemudian langsung mengabulkan permintaan skors tersebut dan meninggalkan ruang utama tempat berlangsungnya paripurna.

Pada rapat Paripurna sebelumnya, sembilan fraksi telah memberikan pandangan mereka terhadap Ranperda Bea Gerbang Atas Jasa Pengelolaan Sampah ini. Dari sembilan fraksi tersebut, dua fraksi setuju, empat fraksi menolak dan tiga fraksi tidak memberikan kepastian menolak atau menerima.

Sementara itu, dalam paripurna tersebut, Pemkot Batam meminta agar tiga fraksi yang belum memberikan kepastian tersebut untuk melakukan pembahasan kembali. Sehingga didapat keputusan final.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up