JawaPos Radar

Jalan Daerah Terdampak Tol Akan Diperbaiki

16/08/2018, 18:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jalan Tol
ILUSTRASI: Pembangunan tol Salatiga-Kartasura tak dipungkiri pengembangannya berimbas pada kerusakan sejumlah ruas jalan daerah di sekitarnya. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pembangunan tol Salatiga-Kartasura tak dipungkiri pengembangannya berimbas pada kerusakan sejumlah ruas jalan daerah di sekitarnya. Upaya perbaikan rencananya akan dilakukan oleh pelaksana proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triono mengatakan upaya inventarisasi infrastruktur terdampak proyek pembangunan tol telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota masing-masing. "Jadi jalan desa, jalan kabupaten, kalau jalan provinsi kewenangan kami, sudah terinventarisasi," ujarnya, Kamis (16/8).

Ia juga tak membantah bahwa pembangunan tol berdampak kerusakan infrastruktur lain ini dikeluhkan masyarakat. Mereka yang melapor, rata-rata menceritakan bagaimana proyek itu membuat kondisi jalan menjadi tak sebagus dulu atau saluran yang airnya tak mengalir.

"Baik itu jalan, jembatan, atau saluran itu masih dalam kewenangan BUJT-nya (Badan Usaha Jalan Tol). Jadi nanti tetap dilaksanakan perbaikan. Satu-satu diselesaikan," sambungnya.

Sementara itu, disinggung mengenai infrastruktur penghubung antar kabupaten se-Jateng, Hanung mengatakan bahwa 90 persen dari keseluruhan dalam kondisi baik. Pihaknya menambahkan, dengan keadaan tersebut maka dimungkinkan adanya pengalihan ke tahapan peningkatan kapasitas jalan provinsi.

"Sekarang kita mengejar pada peningkatan kapasitas. Jadi standarisasi dalam provinsi kita menuju (lebarnya) tujuh meter. Sekarang untuk lima tahun ke depan itu banyak yang melakukan pemeliharaan jalan dan standarisasi," imbuhnya.

Hanung menyebut untuk saat ini lebar jalan provinsi rata-rata 6 sampai 7 meter. Akan tetapi, ukuran yang dinilai menjadi standar baru tersebut belum mencakup semua ruas jalan atau baru 60 persen saja.

"Tapi kondisi cukup baik. Yang agak susah untuk dijadikan tujuh (meter) ya di wilayah pegunungan. Karena harus dilakukan pembebasan tanah dan alignment-nya," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up