JawaPos Radar

Fakta Penipuan Dimas Taat Pribadi, Dolar 3 Koper Tak Sampai Rp 100 M

16/08/2018, 09:58 WIB | Editor: Ilham Safutra
Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng pada kasus penggandaan uang di sidang di PN Surabaya, Rabu (15/8) (Galih Cokro/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Fakta-fakta baru kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus terbongkar. Jaksa menunjukkan barang bukti uang dolar yang terdapat di dalam tiga koper. Barang bukti itu ditunjukkan dalam sidang penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di PN Surabaya, Rabu (15/8).

Dari fakta persidangan, semua uang dolar itu asli, tetapi nilainya tidak sampai Rp 100 miliar seperti yang dijanjikan terdakwa kepada korban Muhammad Ali. Jaksa Rakhmad Hary Basuki mengungkapkan, satu koper dari Taat itu berisi uang dolar yang nilainya hampir Rp 1 miliar. Kepada Ali, Taat mengatakan bahwa semua uang kertas di dalam koper itu pecahan USD 100.

Namun, pecahan USD 100 itu hanya uang yang berada di sisi depan dan belakang bundelan uang. Yang di dalamnya hanya berisi pecahan USD 1. "Isi koper Rp 900 juta, hampir Rp 1 miliar. Kalau asli 100 dolar semua, nilainya Rp 100 miliar," kata Hary.

Fakta Penipuan Dimas Taat Pribadi, Dolar 3 Koper Tak Sampai Rp 100 M
Uang dolar barang bukti dari Dimas Kanjeng pada kasus penggandaan uang di sidang di PN Surabaya, Rabu (15/8) . (Galih Cokro/Jawa Pos)

Dua koper lain berisi lembaran uang asing dari Zimbabwe, Nigeria, dan Kamerun. Awalnya Ali tertarik bekerja sama untuk membangun pondok pesantren, panti asuhan, dan lembaga sosial lain di Probolinggo.

Dia lalu menyerahkan uang Rp 35 miliar untuk investasi pembangunan secara bertahap pada 2014. Sebagai gantinya, untuk meyakinkan Ali, Taat menyerahkan tiga koper berisi uang dolar yang katanya senilai Rp 100 miliar. Syaratnya, Ali tidak diperkenankan membuka koper itu sampai bangunan rampung.

Dia yang yakin tidak ditipu lalu menyimpan tiga koper uang di kediamannya di Pekalongan. Kasus penipuan itu terungkap setelah Ali nekat membuka tiga koper tersebut. Itu dilakukan setelah terbongkarnya kasus Taat. Dari membuka koper tersebut, dia akhirnya sadar menjadi salah seorang korban penipuan.

(gas/c10/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up