JawaPos Radar

Cabuli Delapan Bocah, Predator Anak Gemetar di Kantor Polisi

16/08/2018, 15:20 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Cabuli Delapan Bocah, Predator Anak Gemetar di Kantor Polisi
Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni (kaos hitam) saat menginterogasi predator anak Hery Dri Handoko (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tangan Hery Dri Handoko, 52, warga Banyu Urip, Surabaya, tampak gemetar menutupi wajahnya saat kamera wartawan menyorot wajahnya. Dia merupakan predator anak yang tega mencabuli delapan orang tetangganya.

Hery ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Rabu (15/8). Dia dilaporkan delapan orang tua korban. "Laporannya hari Selasa (14/8). Tadi malam (Rabu) kami tetapkan sebagai tersangka," jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Kamis (16/8).

Ruth menerangkan, umur delapan orang korban pencabulan itu antara 7 hingga 9 tahun. Mereka semua adalah perempuan. "Pelaku memasukkan jari-jarinya ke alat kelamin korban," terangnya.

Aksi pencabulan yang dilakukan Hery itu dilakoni sejak 2015. Modusnya, pelaku mengajak para korbannya main ke rumahnya. Dia mengiming-imingi para korban untuk main dengan anaknya yang berusia 4 tahun.

Saat melakoni perbuatan bejatnya, rumah dalam kondisi sepi. "Perbuatan itu dilakukan saat istri dan anak-anak pelaku tidak ada di rumah," ungkap polisi asal Banyuwangi tersebut.

Perbuatan tersangka terbongkar pasca aksi terakhirnya sebelum puasa lalu. Kala itu, bocah-bocah yang pernah dicabuli saling bercerita. Tanpa sengaja, ada orang dewasa yang mendengar percakapan tersebut.

Dari sana, rasan-rasan soal perbuatan Hery itu menyebar ke seisi kampung. Para orang tua yang anaknya menjadi korban itupun berkumpul. Hingga akhirnya mereka melapor ke polisi. "Para orang tua ini saling menguatkan. Mereka berani lapor ke kami setelah semuanya berkumpul," ujar Ruth Yeni.

Polisi dengan tiga balok di pundak itu melanjutkan, pihaknya akan melakukan pendampingan psikologis terhadap para korban. Polisi bekerjasama dengan DP5A Surabaya untuk memulihkan rasa trauma delapan bocah tersebut.

Sementara itu, Hery mengaku bahwa dirinya biasa merayu korban dengan media film. "Biasanya saya tontonkan film anak-anak biar mereka mau main ke rumah," aku ayah tiga orang anak tersebut.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up