JawaPos Radar

50 Hektare Hutan Lindung di Kaki Gunung Seulawah Terbakar

16/08/2018, 19:28 WIB | Editor: Budi Warsito
50 Hektare Hutan Lindung di Kaki Gunung Seulawah Terbakar
Sedikitnya 50 hektare hutan pinus di Desa Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh, Aceh terbakar, Kamis (16/8). (Dok BPBA for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sedikitnya 50 hektare lebih hutan pinus di Desa Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh, Aceh terbakar, Kamis (16/8). Kawasan ini merupakan hutan lindung yang berada di kaki Gunung Seulawah.

Kepala Pelaksana Badan Pengangulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan membakar hutan dan pepohonan jenis pinus. Ini diketahui, setelah petugas pemadam kebakaran setempat menerima informasi munculnya asap di lokasi tersebut.

“Petugas menerima informasi disampaikan personil Polsek Kecamatan setempat perihal kembali munculnya asap di seputaran lokasi dimaksud,” kata Dadek dikonfirmasi JawaPos.com, Banda Aceh, Kamis (16/8).

50 Hektare Hutan Lindung di Kaki Gunung Seulawah Terbakar
Petugas berupaya memadamkan api yang membara hutan pinus di Desa Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh, Aceh terbakar, Kamis (16/8).di (Dok BPBA for JawaPos.com)

Setelah menerima laporan itu, petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar langsung terjun ke lokasi. Kemudian petugas di Pos Saree langsung meminta bantuan armada dari Pos Seulimum dan Pos Jantho untuk melakukan penanganan.

“Kejadian karhutla di seputaran kaki Gunung Seulawah tersebut telah berlangsung selama dua minggu terakhir. Mengakibatkan puluhan hektare hutan pinus habis terbakar,” tambahnya.

Petugas sudah menurunkan dan mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran guna memadamkan api. Ini dilakukan, agar api tidak membesar dan menjalar ke area lain. Selain itu, pemadaman ini juga dibantu beberapa personel dari Polis Hutan, Polri dan TNI.

“Hingga saat ini petugas hanya bisa melakukan memblokade api agar tidak meluas ke bagian yang lain. Kondisi tersebut dilakukan, karna sulitnya akses petugas menjangkau titik api,” jelas Dadek.

Proses pemadam api ini agak sulit. Kerena pepohonan pinus tersebut yang terbaker sangat sulit untuk dipadamkan. Selain itu, sulitnya mencapai sumber air juga menjadi kendala petugas untuk melakukan proses pemadaman.

“Proses pemadaman masih berlansung. Korban terdampak, mengungsi dan meninggal nihil sejauh ini,” sebut dia.

BPBA bersama BPBD Aceh Besar dan instansi terkait terus memantau kondisi terkini kebakaran dilapangan. Mereka terus melakukan komunikasi dan koordinasi guna melaporakan pengendalian kebakaran puluhan hektare hutan lindung tersebut.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up