JawaPos Radar

23 Daerah di Jatim Berpotensi Gagal Panen

16/08/2018, 17:41 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Soekarwo
Gubernur Jatim Soekarwo. (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - 23 Kabupatan/kota di Jawa Timur (Jatim) dilanda bencana kekeringan. Mulai di sebagian wilah Pulau Madura, wilayah Pantai Utara, Tapal Kuda, Mataraman hingga wilayah Selatan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada lahan pertanian.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Povinsi (Pemprov) Jatim dalam mengatasi bencana kekeringan. Salah satunya dengan pembuatan sumur di wilaya-wilyah tertentu. Tahun ini, Pemprov Jatim menargetkan pembuatan sumur di 422 desa.

Namun sampai sekarang baru terealisasi di 233 desa. Sementara 199 desa sisanya tidak memungkinkan untuk membuat sumur lantaran tidak ada aliran air di bawah tanah. Sehingga pemerintah dengan terpaksa harus menyuplai air dengan menggunakan truk tangki.

“Yang 223 (desa) selesai tahun ini karena ada air di bawah tanah. Yang 199 (desa) tidak ada. Kamis buatkan tandon di sana,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Kamis (16.8).

Dalam setahun, ada 50,2 miliar meter kubik air. Namun hanya 19,50 miliar meter kubik yang bisa bertahan. Sedangan kebutuhan air di Jatim dalam setahun mencapai 22,20 miliar meter kubik.

Dengan kurangnya stok air, tentu meningkatkan potensi gagal panen di kalangan petani. Bahkan kejadian serupa sudah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pasti (gagal panen), kebutuhan air kami 22,20 (miliar meter kubik). Jadi kami melakukan efesiensi kurang leibih 10 persen. Jadi selisih itu pasti gagal panen,” terang Soekarwo.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up