alexametrics

Lestarikan Budaya Lokal Lewat AKU SUROBOYO

16 Juli 2018, 10:52:31 WIB

JawaPos.com – Indonesia memiliki keragaman budaya. Namun seiring perkembangan teknologi, kebudayaan asing perlahan-lahan masuk dan mengikis kebudayaan lokal.

Akulturasi budaya menjadi sebuah keniscayaan. Tidak ada yang salah dengan proses meleburnya dua budaya, selama hal itu membawa perubahan positif. Yang perlu diwaspadai adalah budaya-budaya asing yang tidak sejalan dengan jati diri Indonesia yang lekat dengan norma ketimuran.

Mengahadapi fenomena tersebut, empat mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS mencetuskan ide AKU SUROBOYO. Mereka tergabung ke dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Salah satu yang menjadi kegelisahan keempat mahasiswa adalah mulai lunturnya budaya lokal. “Terlihat dari karakteristik masyarakat yang menanamkan nilai-nilai lokal sudah mulai jarang ditemukan. Terutama pada generasi muda,” ungkap Prima, Senin (16/7).

Sebagai kota dengan jumlah penduduk sebanyak 2,96 juta jiwa, Surabaya berpeluang menjadi titik berkumpulnya beragam kebudayaan yang berbeda-beda dari berbagai daerah. Dengan menggandeng para pejuang veteran Surabaya dan Komunitas Benang Jarum Surabaya (etnografis), mereka memperkenalkan program AKU SUROBOYO.

Pemaparan ide difokuskan pada perkumpulan aktivis di SMAN 6 Surabaya sebagai mitra inisiasi gerakan. “Kami memilih SMAN 6 Surabaya karena merupakan salah satu sekolah lawas dan kawasan cagar budaya,” tambah Prima.

Melalui hasil penilaian kualitatif sederhana yang telah dilakukan, hampir 2/3 siswa-siswi SMAN 6 Surabaya mengalami akulturasi budaya. Berbasis metode kepemanduan, pelaksanaan program AKU SUROBOYO memiliki empat outcome dalam mengukur kepedulian siswa dan siswi terhadap budaya lokal. Yakni tahu, paham, peduli, dan berkelanjutan.

“Di akhir kegiatan, kami secara bersama- sama akan membuat pagelaran karya seni bertajuk Pemuda Berkarya yang bisa ditonton masyarakat umum. Ini salah satu cara untuk menggairahkan kembali animo budaya surabaya,” lanjut mahasiswa kelahiran Sidoarjo itu.

Nantinya, para mahasiswa akan menggelar teater boneka. Ceritanya tentang perjuangan yang dijelaskan veteran dan disesuaikan dengan minat ekstra kulikuler masing-masing siswa.

Prima berharap dengan adanya kegiatan itu kondisi mental yang awalnya rentan menjadi lebih baik. Para pelajar diharapkan bisa menyikapi budaya asing agar tidak terlalu dominan mengikis budaya lokal. “Selain itu juga diharapkan dapat menambah kepedulian dan kecintaan bagi generasi muda bangsa terhadap budaya lokalnya,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads
Lestarikan Budaya Lokal Lewat AKU SUROBOYO