JawaPos Radar

Potret Hari Pertama Masuk Sekolah

Datang Terlalu Pagi, Menangis Setelah Tak Ada Teman

16/07/2018, 12:28 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Siswa Baru
TENANG: Hugo (peci putih) duduk manis sambil menanti jam masuk sekolah. (Dok. Faizal for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Isak tangis kerap mewarnai hari pertama masuk sekolah. Terutama bagi siswa TK atau SD. Namun hal ini tidak dialami beberapa anak di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Misalnya M Aimar Azka Amrullah, siswa baru SDIT Al Uswah, Singosari, Kabupaten Malang. Dia justru tampak semangat ketika masuk sekolah. Rupanya, Azmi Amrullah mempunyai cara jitu untuk membujuk sulung dua bersaudara itu. Sehingga buah hatinya tidak menangis ketika masuk sekolah. "Saya bujuk dengan seragam baru, sekolah dan teman-teman baru," kata Azmi kepada JawaPos.com, Senin (16/7).

Cara membujuk ini rupanya berhasil diterapkan kepada Azka. Buktinya, dia semangat masuk sekolah. Bahkan tidak perlu drama menangis seperti umumnya. "Dia semangat sekali masuk sekolah. Nggak pakai nangis," imbuh pengusaha kuliner itu.

Jika Azka semangat karena dibujuk dengan baju baru, lain halnya dengan Hugo Junio Mochtar. Siswa baru SD Brawijaya Smart School itu semangat masuk sekolah karena orang tuanya mengenalkan kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung kegemarannya.

Ayahnya, Faizal Mochtar mengenalkan bahwa di sekolah memiliki ekskul robotic. Sejak TK, Hugo memang memiliki ketertarikan dengan segala sesuatu yang berbau robot.

"Sambil saya kasih lihat dari YouTube kegiatan ekskul robotic itu seperti apa. Eh, anaknya sangat tertarik. Bahkan tadi berangkatnya kepagian karena ingin segera sekolah," ungkap Faizal.

Datang terlalu pagi, membuat mood Hugo yang awalnya tinggi jadi menurun secara perlahan. Karena bocah ganteng itu tidak menemukan kawan setibanya di sekolah. Senyum Hugo kembali terbit ketika sudah melihat temannya mulai berdatangan satu persatu.

"Moodnya turun. Awalnya membuncah, lama-lama turun karena nggak lihat temannya datang. Nangis lah dia. Jadi nangis bukan karena ditinggal bapaknya setelah antar. Tapi karena nggak ada teman," cerita laki-laki yang menjabat sebagai Wakil Kepala SMK Cendika Bangsa, Kepanjen, Kabupaten Malang itu.

Anak yang semangat sekolah di hari pertama lainnya adalah Abdu Junansyah. Siswa baru SDU Permata Iman itu juga tidak menangis ketika berangkat sekolah.

Ibunya, Noer Adinda Zaeni bercerita bahwa sejak seminggu lalu di SD tempat anaknya sekolah sudah digelar masa orientasi siswa (MOS). Sehingga Juna tidak merasa takut dan semangat sekolah. "Nggak ada drama nangis gitu. Senang dan semangat sekolah. Mungkin karena sekolahnya bagus, jadi senang," katanya sembari terkekeh.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up