JawaPos Radar

Bom Surabaya Buka Pintu Polri Menyusup ke Jaringan Teroris

16/07/2018, 16:06 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Bom Surabaya Buka Pintu Polri Menyusup ke Jaringan Teroris
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pasca serangan bom di Surabaya, Mabes Polri tampak garang memburu jaringan terduga teroris tersebut. Salah satunya, dilakukan di Jogjakarta dan Indramayu dalam beberapa hari kemarin. 

"Peristiwa yang di Jogja dan Indramayu ini bukan serangan terorisme yang diinisiasi, diinspirasi, inisiatif mereka. Tapi ini operasi surveilance, operasi penjejakan, dan operasi hunting dalam rangka penangkapan jaringan terorisme," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/7).

Kata Tito, peristiwa bom di Surabaya membuka peluang yang sangat besar kepada Polri untuk masuk ke dalam jaringan dan menangkap mereka. Sebab sebelumnya, Polri tidak bisa berbuat banyak ketika mereka menggelar pertemuan dan menyebarkan paham radikal atau terorisme. 

"Anda sudah buka pintu, kami tidak akan berhenti masuk. Bukan dialog dari kita. Anda (terduga teroris) mulai dialog, kita akan pikirkan," sebut Tito. 

Karenanya, perburuan kata mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu, akan terus dilakukan. Baik itu inspirator, pelaku, pendukung, yang menyiapkan anggaran, menyembunyikan, menyiapkan bahan peledak, atau simpatisan, semua harus ditangkap.

"Instruksi saya, bom Surabaya tangkap, tuntaskan, sudah tau jaringannya, semua ditangkap. Dan yang terkait jaringan ini, terutama yang terkait jaringan Surabaya baik yang di seluruh Indonesia, dimana pun juga, tangkap!" pungkas Tito. 

Sekedar informasi, dua orang terduga teroris diketahui menerobos masuk ke Mapolres Indramayu pada Minggu (15/7) sekira pukul 02.35 WIB. Mereka mengejar anggota yang berseragam.

Namun petugas jaga Mapolres Indramayu dengan sigap mrnghindar dan mengeluarkan tembakan ke arah keduanya. Saat dikejar, salah satu dari mereka melemparkan sebuah barang diduga bom panci.

Satu pelaku yang belakangan bernama Galuh berhasil dilumpuhkan pada saat kejadian. Sementara satu lainnya, Nur Hasanah diringkus di Blok Pilangsari, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Minggu pagi. Mereka berdua adalah pasangan suami istri.

Sebelum penyerangan Mapolres Indramayu, sehari sebelumnya Densus 88 Antiteror terlibat baku tembak dengan tiga orang terduga teroris. Akhirnya, terduga teroris itu dilumpuhkan dengan cara ditembak mati karena menyerang petugas.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up