alexametrics

Bukan PMK, 18 Ternak Terindikasi Terpapar Penyakit Berbahaya di Sragen

16 Mei 2022, 16:21:20 WIB

JawaPos.com – Waspada terhadap segala penyakit hewan terus dilakukan. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sragen kian intensif melakukan pemantauan hewan ternak, menyusul ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari hasil pengawasan, Disnakan menemukan 18 ternak terindikasi terserang penyakit, namun bukan PMK.

Kepala Disnakan Kabupaten Sragen Rina Wijaya menyampaikan, sejauh ini belum ditemukan PMK pada hewan ternak di Sragen. Meskipun dia mengakui ada hewan ternak yang sakit.

”Sementara belum terdeteksi di pasar hewan. Hewan yang sakit bukan PMK,” terangnya seperti dikutip Radar Solo, Senin (16/5).

Menurut Rina, hewan yang sakit di Sragen karena terpapar babesia. Babesia adalah parasit darah. Termasuk penyakit menular pada sapi yang disebabkan oleh protozoa parasitik yang merusak sel darah merah. Akibatnya hewan mendapat anemia yang hebat dan bisa berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.

”Babesia ini ditularkan seperti dari gigitan nyamuk maupun lalat. Tapi penyakit ini tidak menular ke manusia,” terang Rina.

Sampai saat ini terdapat 18 ternak yang terdata sudah terjangkit babesia. Untuk penularan, kata dia, sebenarnya lebih cepat PMK daripada babesia. ”Sama-sama tidak zoonis, PMK penularannya lebih cepat,” ucap dia.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads