alexametrics

Seniman Dilarang Latihan di THR

16 Mei 2019, 15:43:13 WIB

JawaPos.com – Seniman yang selama ini aktif di Taman Hiburan Rakyat (THR) kembali menjerit. Mereka tidak habis pikir dengan larangan tidak boleh berlatih di Gedung Pringgodani yang berada di kompleks THR tersebut.

Hendrik Adoni Sedex, salah seorang seniman di THR, menceritakan kronologi pelarangan tersebut. Dia mengungkapkan, sekitar 30 seniman berlatih pada Selasa malam (14/5). Latihan rutin itu dilakukan untuk persiapan pentas pada Jumat. Tapi, ternyata ada petugas keamanan yang melarang.

“Dari pihak keamanan, katanya gedung sekarang itu tidak diperbolehkan untuk kegiatan apa pun. Dan, tolong semua seniman dikasih tahu untuk tidak menggunakan gedung itu,” ungkap Hendrik kemarin (15/5).

Tentu saja, pelarangan tersebut membuat para seniman kaget sekaligus sedih. Apalagi, seniman THR sedang melakukan kaderisasi untuk seniman-seniman muda agar mereka bisa nguri-nguri budoyo. “Pelarangan itu sama saja mematikan semangat anak-anak untuk melestarikan budaya,” jelasnya.

Hendrik menyebutkan, dirinya mendapat informasi bahwa seniman dipersilakan berlatih di Balai Pemuda. Tapi, menurut Hendrik, latihan di Balai Pemuda bukan solusi. Sebab, selama ini yang menjadi ikon budaya di Surabaya adalah THR.

“Selain itu, durasi main di Balai Pemuda hanya sejam. Padahal, minimal dua jam untuk bisa membawakan cerita yang lengkap dan menarik,” tambahnya.

Sebelum adanya larangan latihan itu, para seniman kaget dengan pengambilan gamelan di Gedung Pringgodani pekan lalu. Gara-gara pengambilan gamelan tanpa ada koordinasi, para seniman yang sudah menyiapkan pentas pada Jumat malam pun tak bisa menampilkan pertunjukan mereka.

Di tempat terpisah, Sekretaris Disbudpar Achmad Agung Nurawan mengungkapkan bahwa dirinya akan mengecek terlebih dahulu soal larangan latihan itu. Dia menyebutkan, bisa jadi ada miskomunikasi antara seniman dan pegawai di bawah. “Latihan tidak apa-apa. Saya akan cek dulu (pelarangan, Red),” ujar Agung.

Pemkot memang berencana menata kompleks THR. Tempat kesenian akan diletakkan di gedung eks Hi-Tech Mall.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c7/end



Close Ads