alexametrics

Lebar JLLB Bertambah, Ada 119 Persil Baru untuk Dibebaskan

16 Mei 2019, 16:47:30 WIB

JawaPos.com – Meski masih ada persil yang belum dibebaskan di wilayah Sememi Baru RW 9, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, seiring proyek pembangunan jalan lingkar luar barat (JLLB), kini ada penambahan pembebasan persil baru. Itu dilakukan lantaran lebar peta terdampak JLLB mengalami perluasan 10 meter.

Perluasan tersebut dilakukan di kedua sisi, yaitu timur dan barat selebar 10 meter. Dengan demikian, area yang sebelumnya tidak terdampak kini masuk zona pembebasan. “Ini sudah kami sosialisasikan ke warga,” ucap camat Benowo Muslich Hariadi kemarin.

Muslich menuturkan, penambahan persil yang dibebaskan itu disebabkan dari JLLB yang dibuat flyover tersebut harus ada jarak dengan rumah warga. Untuk itu, rumah atau lahan yang berada tepat di sebelah flyover harus dibebaskan.

Selain itu, lahan tersebut dijadikan lokasi penyimpanan alat berat. Sebab, pengerjaan tak mungkin dilakukan jika space untuk akses alat berat tidak ada. “Termasuk bisa memperlancar pengerjaan proyek,” terang Muslich ketika dijumpai di kantornya.

Muslich menyebutkan, target pembebasan adalah tahun ini. Sebab, pengerjaan JLLB pada 2019 ini difokuskan di wilayah tersebut. Tepatnya di utara Jalan Raya Sememi hingga ke utara rel kereta. Karena itu, dia sangat berharap proses pembebasan itu bisa berlangsung lancar dan cepat. Dia menambahkan, kendati lebar kedua sisi mengalami penambahan, hal itu tidak mengubah lebar jalan JLLB. Masing-masing lajur memiliki lebar 55 meter.

Ketua RW 9 Sememi Baru Hambali menjelaskan, ada lima gang yang terdampak penambahan persil tersebut. Total bidang yang akan dibebaskan 119 persil. “Saat ini masih proses pendataan ulang,” ucapnya kemarin.

Pria asal Lamongan itu juga menuturkan, kendati baru diberi tahu pada Jumat (3/5), sudah banyak warga yang mengumpulkan berkas. Setidaknya kini ada 67 berkas yang sudah masuk. Nanti, sambung Hambali, setelah terkumpul, berkas tersebut akan diserahkan ke dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP). Kemudian, dimasukkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) I Surabaya untuk proses pembebasan lahan.

Setelah berkas masuk ke BPN, selanjutnya dilakukan pengukuran peta bidang. “Semua warga yang terdampak JLLB sangat kooperatif. Hanya, mereka ingin pada appraisal nanti harganya bisa menyesuaikan dengan pasaran,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar warga yang merasa memiliki lahan di Sememi Baru bisa mendatangi kelurahan. Sebab, pemilik sebagian persil yang terdampak tidak tinggal di Sememi. Jadi, ada pemilik yang belum mengetahui bahwa tanahnya masuk pembebasan JLLB. Dengan adanya penambahan persil yang dibebaskan itu, jumlah bidang di Sememi Baru yang belum terbebaskan sebanyak 131 persil. “Masih ada 12 persil yang belum dapat ganti rugi,” ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c6/tia



Close Ads