alexametrics

Dosen yang Dituduh Melecehkan Keponakan Sudah Berupaya Mediasi

16 April 2021, 21:46:03 WIB

JawaPos.com – Dosen Perguruan Tinggi Negeri di Jember berinisial R dilaporkan ke Polres Jember, Jawa Timur, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap S, keponakannya, pada Kamis (8/4). Namun, kuasa hukum dosen R, Ansorul Huda memastikan jika pihaknya sudah berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan. Apalagi, R sudah menganggap S layaknya anak sendiri.

Kepada JawaPos.com, Ansorul Huda mengatakan, jika pelaporan itu dilatarbelakangi permasalahan keluarga S yang rumit. R disebut Ansorul punya niatan membantu S yang merupakan korban perceraian orang tuanya. Namun, entah kenapa orang tua S malah ingin memenjarakan R.

“Padahal, R yang mengasuh S dari kelas 1 SD sampai 3 SD, dan saat kelas 1 SMA di sekolahan terbaik di Jember,” ungkap Ansorul.

Dia lantas menjelaskan bagaimana sampai pelaporan oleh orang tua S terjadi. Versi dia, sebenarnya pihak R tidak mau memberikan klarifikasi karena masih menahan diri dan menempuh jalur kekeluargaan. ”S merupakan anak korban perceraian yang tidak mempunyai hak asuh pasti. Orang tua yang cerai membuat S tidak tinggal dengan Ibunya,” kata Ansorul.

Katanya, S sempat tinggal di beberapa keluarga terdekat untuk diasuh. Yang paling lama mengasuh S adalah R dan istrinya. Kliennya mengasuh S pada usia tujuh tahun atau kelas dua SD.

Sebelum orang tuanya bercerai, S dititipkan oleh orang tuanya yang saat itu berdomisili di Jakarta ke Jember untuk diasuh oleh R dan istrinya. Saat itu, motifnya ekonomi. ”Ayah S meminta kepada R dan istrinya, agar S bisa sekolah di Jember. Dua tahun setelahnya, karena R harus tugas sekolah ke luar negeri bersama istri, S dikembalikan pada orang tuanya,” terang Ansorul.

Nah, ketika R dan istrinya sedang berada di luar negeri, terdengar kabar kalau orang tua S bercerai. Kabarnya, karena Ibu S diduga selingkuh. Lantas, kedua anaknya, yakni S dan adiknya ikut ayahnya hingga masuk jenjang SMA pada 2019.

”Ayahnya menitipkan S lagi ke R dan istrinya. Jadi tidak pernah ada niat R untuk melakukan pelecehan, apalagi pemaksaan. Karena R dan istrinya telah memperlakukan S seperti anak sendiri,” ucapnya.

Belakangan diketahui ternyata sejak awal masuk SMA, S tak pernah betah tinggal di Jember. Namun orang tua S tak memperdulikan hal ini. Rupanya, sejak awal memang tidak ada kesepakatan dari orang tua S mengenai hak asuh yang berujung pada pertikaian internal keluarga.

Keluarga istri meminta S untuk dikembalikan pada ibunya dari R. Namun, tidak pernah disetujui oleh ayah S,” jelasnya.

Oleh karena itu, mengingat alur masalah keluarga yang kompleks, pihak R telah mencoba berkali-kali untuk melakukan mediasi. Termasuk, dua kali mendatangi rumah ayah S dan keluarga besar di Lumajang. Namun, ibu S menolak mentah-mentah upaya mediasi yang ingin ditempuh R dan istrinya.

Bahkan, ibu S memaki-maki istri R dan menuduh kliennya merebut hak asuh S. Ibu S juga menuduh R dan istrinya mengekang kegiatan S. Menghalang-halangi pertemuan S dengan Ibunya. ”Padahal, pada akhir Desember 2020 sampai awal Februari 2021, S liburan ke tempat ibunya di Jakarta,” urainya.

Baca Juga Berita Sebelumnya: Polres Jember Periksa Oknum Dosen Unej Kasus Pelecehan Seksual

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads