alexametrics

Timses Caleg Partai Gerindra Kabupaten Karo Di-OTT

16 April 2019, 16:52:01 WIB

JawaPos.com – Satu hari jelang pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, pihak kepolisian kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum-oknum yang melakukan politik uang. Kali ini, OTT dilakukan oleh Polres Karo terhadap empat orang tim sukses (timses) calon legislatif dari Partai Gerindra.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, OTT yang dilakukan atas kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karo ini berlangsung pada Senin (15/4). Dari tangan keempat timses tersebut, diamankan uang Rp 14 juta lebih. Uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada masyarakat agar mencoblos caleg dari Partai Gerindra saat Pemilu 17 April 2019.

Kasat Reskrim Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan mengungkapkan, keempat tersangka yang diamankan yakni Jamrih S Melala, Losky Kembaren, Jaya Perangin-angin, dan laki-laki berinisial S. “Diamankan Senin sekitar pukul 16.00 WIB di dua lokasi terpisah di Kabupaten Karo terkait dengan politik uang,” ujar AKP Ras Maju Tarigan, Selasa (16/4).

Penangkapan itu, lanjutnya, berawal dari informasi yang diterima personel Polres Karo dari Panwascam Kecamatan Tiga Binanga. Dalam informasi itu disebut, adanya aktivitas money politics yang diduga dilakukan oleh Partai Gerindra Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

“Atas informasi tersebut personel Gakkumdu Polres Karo bersama Panwaslu Kabupaten Karo melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Setelah diselidiki, ternyata benar adanya money politics. Saat itu juga, petugas Gakkumdu bersama Panwaslu Kabupaten Karo melakukan pengamanan di Jalan Besar Tiga Binanga Kota Cane, Kecamatan Tiga Binanga terhadap dua orang laki-laki dewasa atas nama Jamrih S Melala dan Losky Kembaren.

Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, keduanya menerangkan benar telah menerima uang sebesar Rp 11,7 juta dari Jaya Perangin-angin. “Untuk dibagikan kepada 50 orang pemilih di Desa Suka Julu, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo,” imbuhnya.

Uang itu rencananya diberikan kepada warga agar nantinya saat Pemilu 17 April memilih caleg DPRD Kabupaten Karo atas nama Kawar Sembiring, diberikan sebesar Rp 150 ribu; untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Indra Maha sebesar Rp 50 ribu; DPR RI atas nama Thomas Japerson Ginting sebesar Rp 25 ribu. Sehingga untuk setiap orang pemilih dipaketkan uang Rp 225 ribu.

Selain uang, Jamrih S Melala dan Losky S Kembaren juga menerima kartu nama ketiga calon legislatif. Setelah dilakukan pengamanan, selanjutnya tim Gakkumdu bersama dengan Panwaslu melakukan pengembangan ke Kantor Gerindra Kecamatan Tiga Binanga.

“Di sana ditemukan sisa uang yang belum sempat dibagikan sebesar Rp 190 juta dan kartu nama ketiga caleg dari Partai Gerindra tersebut,” jelasnya.

“Sedangkan yang menyerahkan uang kepada kedua laki-laki tersebut adalah Jaya Perangin-angin. Penyerahan uang dilakukan di Kantor Gerindra Kecamatan Tiga Binanga,” ungkap AKP Ras Maju.

Selanjutnya, tim melakukan interogasi terhadap Jaya Perangin-angin dan menerangkan uang yang dibagikan tersebut adalah pemberian dari caleg Kawar Sembiring, Indra Maha, dan Thomas Japerson Ginting.

“Selanjutnya personel Gakkumdu bersama Panwaslu membawa yang diduga sebagai pelaku money politics dan barang bukti guna dilakukan proses selanjutnya di Kantor Gakkumdu Kabupaten Karo,” jelasnya lagi.

Di lokasi terpisah, sekira pukul 21.00 WIB polisi mendapat informasi adanya kegiatan tindak pidana pemilu di berlangsung di seputaran Jalan Samura. Dari lokasi tersebut berhasil diamankan seorang pria berinisial S dengan barang bukti sisa uang yang sudah terlanjur dibagikan sebesar Rp 2,8 juta untuk pembayaran pemilihan caleg dari Partai Gerindra tersebut.

Selain uang, barang yang disita untuk dijadikan sebagai barang bukti di antaranya, kertas bertuliskan nama-nama pemilih dan beberapa blok kartu nama atas nama Thomas Joverson Ginting; Indra Maha; Sadarta Bukit; dan Kawar Sembiring yang keseluruhannya diusung oleh Partai Gerindra Kabupaten Karo.

Lebih lanjut, dikatakannya, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Gakkumdu Kabupaten Karo untuk penanganan tindak pidana Pemilu 2019 tersebut. “Kami masih berkoordinasi dengan Gakkumdu dan Panwaslu Kabupaten Karo. Sedangkan empat orang caleg itu belum ada yang kami sentuh. Kasusnya masih dalam pengembangan,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Copy Editor : Fersita Felicia Facette