alexametrics

16 Pasien RSJ Grhasia Sleman akan Nyoblos

16 April 2019, 11:59:14 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 16 orang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, besok Rabu (17/4). Meski akan ada perawat yang mendampingi ke TPS, pihak rumah sakit memastikan bahwa pasien akan mencoblos sendirian saat berada di bilik suara.

“Besok (Rabu) yang sudah kami daftarkan ke KPU ada 16 orang untuk menggunakan hak pilihnya. Rinciannya 10 orang rehabilitasi napza, dan 6 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” terang Direktur RSJ Grhasia Ahmad Akhadi, saat dihubungi JawaPos.com Selasa (16/4).

TPS yang digunakan nantinya di kompleks rumah sakit. Pasien akan didampingi oleh perawat sampai ke TPS. “ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) didampingi perawat sampai TPS. Di bilik suara mereka akan sendiri,” kata dia.

Pihak rumah sakit memastikan tidak akan ada campur tangan dalam pemilu untuk ODGJ. Tak mengarahkan memilih ke salah satu pasangan calon. “Kami, rumah sakit, menjaga netralitas sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara),” imbuh Ahmad.

Ahmad menjelaskan, diberikannya hak suara kepada para pasien ini  sesuai dengan UU 7/2017. Yakni memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian ada juga pertimbangan teknis berupa 2 instrumen.

Instrumen yang dimaksudkan yaitu keterangan mampu memilih yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Serta instrumen pengukuran kapasitas mental.

“Untuk pasien napza sebetulnya tidak mengalami penurunan kapasitas mental. Mereka hanya mengidap adiksi atau kecanduan. Tapi pasien ODGJ mengalami penurunan mental. Setelah dilakukan penilaian teknis, bisa mampu pilih, sehingga kami daftarkan untuk ikut jadi pemilih,” paparnya.

Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Sleman Indah Sri Wulandari menambahkan, para pasien di RSJ Grhasia akan dilayani di TPS 23 Pakembinangun, Kabupaten Sleman. Mereka menggunakan hak suaranya dengan memanfaatkan formulir A5.

“Ada belasan yang masuk DPTb (Daftar Pemilih Tambahan). Mereka (pasien) dianggap mampu memilih oleh pihak rumah sakit dan dokter yang merawat,” ucapnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads