JawaPos Radar

Sindikat Narkoba Palembang-Surabaya, Masukan Sabu ke Kotak Pempek

16/04/2018, 19:38 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Sindikat Narkoba Palembang-Surabaya, Masukan Sabu ke Kotak Pempek
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sumsel (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polisi berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba Palembang-Surabaya melalui bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Direktorat Reserse Narkoba Polda (Ditresnarkoba) Polda Sumsel membekuk enam tersangka. Modus mereka memasukan barang dalam makanan kotak pempek dan susu milo.

Keenam tersangka berinisial, OK, 23, asal Surabaya, TR, 21 asal Surabaya, CS, 22, asal Tuban, MH, 38 asal Pasuruan, FD, 22, asal Banyuwangi dan AH, 24, asal Jember.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan narkoba jenis sabu di Bandara SMB II Palembang, Kamis lalu (22/3). Pengiriman narkoba dikemas dengan kotak pempek dan bungkus susu milo. Barang buktinya 3 kilogram sabu dan 4.950 butir ekstasi.

"Pada saat penemuan pemilik narkoba tersebut hanya meninggalkan SIM palsu sehingga kami belum dapat menangkapnya," kata Kapolda Sumsel saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sumsel, Senin (16/4).

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan dan investigasi terhadap beberapa travel sehingga mendapati tersangka yang melakukan pengiriman narkoba tersebut. "Kami mendapati tersangka berada di Surabaya dan kami langsung menangkapnya," ujarnya.

Dari penangkapan ini, pihaknya melakukan pengembangan dan menangkap lima tersangka lainnya serta barang bukti tambahan yakni narkoba jenis sabu seberat 6 kilogram yang dibawa dari Kota Palembang. Jadi total narkoba yang disita yakni sabu seberat 9 kilogram dan 4.950 butir esktasi.

"Mereka ini merupakan sindikat pengedar narkoba Palembang-Surabaya," ujarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, narkoba dibawa dari Palembang dengan cara menempatkan narkoba dibungkus plastik seperti stagen yang diikatkan di perut. Kemudian usai melewati bandara narkoba ini kemudian dibawa melalui jalur darat. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pemilik narkoba tersebut.

"Kata mereka hanya disuruh bawa dari Palembang ke Surabaya. Barang ini didapatkan dari temannya. Namun tidak mengetahui temannya tersebut," ujarnya.

Karena itu, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari pemilik dan dari mana narkoba ini berasal. "Tersangka terancam pidana paling rendah 6 tahun dan paling berat seumur hidup bahkan hukuman mati," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up