alexametrics

Dinkes Magetan Temukan 69 Kasus Baru HIV/AIDS Selama 2021

16 Maret 2022, 07:24:17 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menemukan 69 kasus baru penderita HIV/AIDS selama 2021.

”Kasus HIV/AIDS terus bertambah. Bahkan awal tahun 2022, sudah ada dua Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Magetan yang meninggal dunia,” ujar Pejabat Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo seperti dilansir dari Antara di Magetan.

Dia menyebut, jumlah ODHA di Kabupaten Magetan terus bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan, kasus HIV/AIDS di wilayah itu merupakan fenomena gunung es, mengingat kasus yang terungkap hanya bagian luarnya.

”Kasus yang belum terungkap masih banyak. Hal ini membuat kasus temuan baru HIV/AIDS di Kabupaten Magetan terus terjadi setiap tahun,” terang Agoes Yudi Purnomo.

Dinas Kesehatan Magetan terus memperkuat pendataan dan pendampingan kepada ODHA lama maupun baru. Saat ini, total ada 154 ODHA yang menjalani terapi ARV di enam layanan Klinik Pelayanan Dukungan dan Pengobatan (PDP). Klinik PDP merupakan layanan kesehatan yang berfokus terhadap penyebaran dan penanganan penyakit HIV/AIDS.

”Kita punya enam layanan klinik PDP. Dua ada di rumah sakit dan empat di puskesmas,” ujar Agoes.

Sebagai upaya pencegahan penambahan ODHA yang meninggal, dinkes melalui puskesmas melakukan pendataan ODHA yang berhenti atau belum menjalani terapi ARV. ”Akan kami perkuat pendataan dan pendampingan lagi. Yang berhenti maupun belum terapi ARV akan kami data. Selanjutnya akan ada pendamping yang mendampingi teman-teman ODHA untuk konsisten menjalani terapi ARV ini,” papar Agoes Yudi Purnomo.

Terapi ARV merupakan salah satu pengobatan yang dianjurkan bagi ODHA. ARV atau obat antiretroviral tidak dapat menyembuhkan pasien HIV/AIDS. ARV mengurangi viral load, yaitu jumlah HIV dalam aliran darah. Jika viral load lebih rendah, ODHA akan tetap sehat lebih lama bertahan serta dapat meminimalisasi kemungkinan menularkan HIV pada orang lain.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: