alexametrics

Jasa Marga Bantah Tol Cipularang Km 118 Putus Akibat Longsor

16 Februari 2020, 20:59:33 WIB

JawaPos.com – Beredar foto viral melalui platform Whatsapp Group (WAG) terkait Jalan Tol Cipularang. Disebutkan bahwa longsor yang terjadi di Km 118+600 mengancam putusnya jalan tol tersebut akibat longsor yang terjadi pada Sabtu (15/2) lalu.

Menanggapi informasi tersebut, Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Irra Susiyanti menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan berita bohong. Bahkan, masih bisa dilalui oleh kendaraan yang melintas.

“Informasi tidak benar atau hoax mengenai longsor yang kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang dan terancam putusnya jalan tol tersebut. Kepadatan arah Jakarta, (arah Bandung) lancar,” kata dia kepada JawaPos.com, Minggu (16/2).

Ia menjelaskan bahwa foto beredar merupakan kejadian longsor yang terjadi pada Selasa (11/2). Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan serangkaian perbaikan, dan menjamin kondisi jalan tol dapat dilintasi oleh pengguna jalan, baik yang menuju ke arah Bandung maupun yang ke arah Jakarta dengan aman.

Info hoax yang beredar di WAG. (Istimewa)

Hal ini dipertegas pula oleh Kasat PJR Dirlantas Polda Jabar Kompol Zainal Abidin yang menyatakan bahwa tempat kejadian perkara masih dapat dilintasi di kedua arah.

“Kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Tol Cipularang, kami sampaikan bahwa hingga sore ini, jalan tol tersebut baik yang menuju Bandung maupun yang menuju ke arah Jakarta masih aman untuk dilintasi di kedua arah. Sehingga informasi-informasi yang beredar apalagi sampai jalan terputus itu tidak benar. Sekali lagi dipastikan, masih dapat dilintasi di kedua arah dengan aman,” tegasnya.

Kondisi saat ini, setelah longsor yang terjadi pada Sabtu kemarin, di Km 118+600 arah Jakarta telah dilakukan pemasangan sandbag, pemasangan terpal untuk menghindari meresapnya air hujan secara langsung hingga menyiagakan petugas pengawas.

“Telah dilakukan pengujian sondir (kekuatan tanah) pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah, selanjutnya direncanakan untuk penanganan lereng dengan melakukan perkuatan dengan boredpile dan retaining wall untuk menstabilkan kondisi lereng, serta melakukan penataan saluran air dan perbaikan saluran irigasi,” tutup Irra.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads