alexametrics

Warga Kepri Didorong Budidayakan Ikan

16 Februari 2019, 14:31:43 WIB

JawaPos.com – Budidaya ikan merupakan kegiatan ekonomi yang belum populer bagi masyarakat di pesisir Kepulauan Riau (Kepri). Padahal aktivitas tersebut memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tidak populernya budidaya ikan bagi masyarakat Kepri terlihat dari langkanya keramba di berbagai daerah pesisir. Hal yang patut disayangkan. Mengingat Kepri adalah daerah kelautan yang seharusnya bisa dimaksimalkan.

Kepala Balai Perikanan Buudidaya Laut (BPBL) Batam Toha Tusihadi menjelaskan, budidaya ikan akan menghadirkan gerak ekonomi bagi masyarakat jika dimaksimalkan. BPBL Batam sendiri terus mendorong masyarakat untuk bisa mulai aktivitas budidaya ikan dengan memberikan berbagai kemudahan. Di antaranya memberikan bantuan bibit ikan dan memberikan pelatihan untuk nelayan.

Dalam prosesnya, BPBL Batam telah memetakan beberapa jenis ikan yang memiliki potensi dan bernilai ekonomis. Sekaligus mempertimbangkan faktor kemudahan budidaya ikan itu sendiri. Sehingga potensi keberhasilannya juga akan lebih besar.

Seperti ikan Kakap Putih, Kerapu, dan Bawal Bintang yang saat ini dibudidayakan BPBL Batam. Ikan jenis ini memiliki harga yang terbilang tinggi di pasaran.

Misalnya, ikan Bawal Bintang. Di pasaran harganya mencapai Rp 80 ribu per kg. Jadi akan menghasilkan untung cukup besar bagi pembudidaya. Siklus budidayaya juga tergolong singkat. Yakni, antara 6-7 bulan.

“Misalkan kami budidaya 3.000 erkor, dan berhasil dipanen 2.000 ekor dengan berat sekitar 500 gram. Maka sudah dapat omzet sekitar Rp 80 juta dalam satu siklus. Potensinya sangat baik sekali,” kata Toha ketika ditemui di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Sabtu (16/2).

Memang untuk memulai usaha budidaya ikan membutuhkan banyak dukungan. Hal tersebut udah didapat masyarakat meski belum menyeluruh. Perhatian pemerintah akan semakin besar seiring dengan banyaknya masyarakat yang memulai usaha budidaya ikan. Dari BPBL Batam sendiri, dukungan berupa bantuan bibit ikan akan terus dilakukan.

Dalam beberapa tahun belakangan, kegiatan budidaya ikan sudah mulai dilirik masyarkat. Namun jumlahnya masih terlalu sedikit. Untuk wilayah Kepri, pada 2018 lalu disalurkan bantuan kepada kelompok nelayan. Ada bantuan jenis ikan Kakap Putih sebanyak 115 ribu ekor, Bawal Bintang 150 ribu ekor, dan Kerapu sebanyak 9 ribu ekor.

Penyaluran bantuan bibit ikan juga sudah menjangkau Aceh, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga ke Sulawesi Selatan. “Di Aceh, kmai salurkan bantuan 346 ribu bibit Kakap putih dan 55 ribu Bawal Bintang. Di Sulawesi, ada 10 ribu Bawal Bintang. Kabarnya ada yang ingin membeli bibit lagi dari sana,” papar Toha.

Untuk 2019, program bantuan benih ikan masih akan dilaksanakan. Masyarakat di wilayah Kepri diharapkan bisa memaksimalkan bantuan tersebut.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Bobi Bani


Close Ads
Warga Kepri Didorong Budidayakan Ikan