JawaPos Radar

Kurangi Kemiskinan, Kota Malang Genjot Buka Objek Wisata Baru

16/01/2018, 19:10 WIB | Editor: Soejatmiko
Kurangi Kemiskinan, Kota Malang Genjot Buka Objek Wisata Baru
KAMPUNG TOPENG : Dua topeng berukuran besar menyambut wisatawan yang akan berwisata ke Kampung Topeng. ()
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota Malang makin gencar untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Malang. Salah satunya dengan membangun obyek-obyek wisata di kampung-kampung yang terdapat masyarakat kurang mampu didalamnya. Salah satunya yakni kampung topeng Malangan di kawasan Dusun Baran, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang atau yang disebut kampung 'Desaku Menanti'.

Kampung yang diresmikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada November 2016 lalu itu terus mengalami pembenahan. Jika sebelumnya kampung yang notabene dihuni oleh mantan pengamen dan pengemis di Kota Malang itu hanya terdapat beberapa spot foto, kini pun ditambah dengan wahana baru, yakni flying fox.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengatakan, penambahan wahana rekreasi tersebut juga bisa dikatakan akan menjadi sebuah nilai ekonomi yang menjadikan kampung ini lebih hidup. "Dengan flying fox, sumber ekonomi dimunculkan. Selain itu juga mendorong kepada anak-anak untuk berekreasi disini," ujarnya pada saat peresmian wahana, Selasa (16/1).

flying fox di kampung topeng Malangan
WAHANA BARU : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat menjajal wahana flying fox di Kampung Desaku Menanti Dusun Baran, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (16/1). (fisca/jawapos.com)

Sehingga, lanjut Wasto, akan ada simbiosis mutualisme antara dinas sosial dan masyarakat. Apalagi keberadaan kampung ini juga tidak terlepas dari campur tangan Dinas Sosial Kota Malang. "Berharap jadi sebuah model pengentasan kemiskinan secara riil. Dan ini sangat nyata, signifikan, dalam implementasi untuk sebuah pengentasan kemiskinan," papar dia.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Sri Wahyuningtyas menambahkan, pembentukan kampung topeng ini awalnya hanya mimpi. "Tetapi sekarang sudah terwujud, tinggal bagaimana terus berinovasi agar kampung wisata ini semakin berkembang," jelasnya.

Untuk menyediakan wahana wisata flying fox berserta aksesoris penunjang lainnya, kampung tersebut mendapatkan Coorporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu bank sebesar Rp 76 juta.

Ke depan, pihaknya berharap ada pihak-pihak swasta yang terus memberikan CSR pada kampung yang terletak di sisi timur Kota Malang tersebut. "Pemerintah tidak bisa seterusnya memberikan bantuan, semua tergantung masyarakatnya sendiri untuk merawat, serta pihak swasta yang berkenan membantu melalui CSR," kata perempuan yang sering dipanggil Yuyun itu.

Sementara itu, untuk menikmati flying fox sepanjang 85 meter tersebut, pengunjung  perlu membayar Rp 20 ribu. Saat ini, operatornya masih berasal dari komunitas pecinta alam. "Namun ke depan warga lokal akan dilatih agar bisa menjadi operator sekaligus pengelola wahana ini," imbuh mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang tersebut.

Ke depan, pihaknya berharap sedikitnya 38 KK yang tinggal di kawasan kampung 'Desaku Menanti' itu memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga agar kampung tersebut tetap nyaman dan indah, sehingga kunjungan wisata semakin meningkat. "Dengan banyaknya wisawatan, otomatis perekonomian warga juga ikut meningkat," tandasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up